Sejarah Reyog Ponorogo, antara mistis dan seni budaya

My 2 cent's December 24th, 2008

reyog.jpgMelihat gerak yang ditampilkan para pelaku jenis kesenian khas Ponorogo, Jawa Timur, Reyog Ponorogo, terlintas kesan mistis di dalamnya. Reyog, sering diidentikkan dengan dunia hitam, preman atau jagoan. Minuman keras dan juga kendalanya. Tak lepas pula kekuatan supra natural. Barongan mempertontonkan keperkasaan dalam mengangkat dadak berat seberat sekitar 40 kilogram dengan kekuatan gigitan gigi sepanjang pertunjukan berlangsung, seperti yang tertulis disana.

Instrumen pengiringnya, kempul, ketuk, kenong, genggam, ketipung, angklung dan terutama salompret, menyuarakan nada slendro dan pelog yang memunculkan atmosfir mistis, aneh, eksotis sekaligus membangkitkan gairah. Tidak hanya satu versi yang diceritakan asal muasal kesenian Reyog Ponorogo.

Sebuah buku terbitan Pemda Kabupaten Ponorogo pada tahun 1993 menyebutkan, sejarah lahirnya kesenian ini pada saat Raja Brawijaya ke-5 bertahta di Kerajaan Majapahit. Untuk menyindir sang raja yang amat dipengaruhi oleh permaisurinya ini, dibuatlah barongan yang ditunggangi burung merak oleh Ki Ageng Tutu Suryo. Lebih lanjut cerita rakyat yang bersumber dari Babad Jawa menyatakan pada jaman kekuasaan Betoro Katong, penambing yang bernama Ki Ageng Mirah menilai kesenian barongan perlu dilestarikan.

Ki Ageng Mirah lalu membuat cerita legendaris tentang terciptanya Kerajaan Bantar Angin dengan rajanya Kelono Suwandono. Kesenian Reyog ini pertama bernama Singa Barong atau Singa Besar mulai ada pada sekitar tahun saka 900 dan berhubungan dengan kehidupan pengikut agama Hindu Siwa. Masuknya Raden Patah untuk mengembangkan agama Islam disekitar Gunung Wilis termasuk Ponorogo, berpengaruh pada kesenian Reyog ini. Yang lalu beradaptasi dengan adanya Kelono Suwandono dan senjata Pecut Samagini. Read the rest of this entry »

Lomba Nge-Blog 2008 “Ponorogo di Matamu”

My 2 cent's December 8th, 2008

Tema :

Ponorogo di Matamu

Waktu perlombaan:

  • Pendaftaran : 4 Desember - 23 Desember 2008
  • Batas akhir tulisan : 23 Desember 2008 pukul 00.00 WIB
  • Penjurian : 24-25 Desember 2008
  • Pengumuman pemenang : Gathering Akbar (Suro-an) KOTAREYOG.COM (Sabtu, 27 Desember 2008)
  • Nominasi pemenang akan dihubungi Panitia dan di umumkan melalui website KOTAREYOG.COM
  • Pendaftaran melalui alamat:

http://www.kotareyog.com/ngeblog2008

Kriteria Lomba:

  1. Lomba ini terbuka bagi semua blogger yang telah mendaftarkan diri.
  2. Tulisan di posting pada blog masing-masing
  3. Tulisan yang diikutsertakan harus sesuai dengan tema.
  4. Setiap blogger boleh mengirimkan lebih dari satu tulisan.
  5. Setiap tulisan terdapat tiga kata kunci (keyword): reyog, ponorogo, dan grebeg suro serta menggunakan tags khusus gs2008
  6. Tulisan merupakan hasil karya asli atau original, jika mengutip harus menyertakan sumber kutipan/backlink (baik foto maupun pendapat) .
  7. Tulisan tidak mengandung konten SARA dan pornografi.
  8. Wajib memasang banner dan link lomba blog.

  9. Tulisan yang disertai dengan foto akan menjadi nilai plus.
  10. Bagi nominator diusahakan hadir pada Gathering Akbar (Suro-an) KOTAREYOG.COM
  11. Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat.

Kriteria Penilian

  • Originalitas
  • Kesesuaian dengan tema
  • Content (isi)
  • Pernak-pernik tulisan dan blog

Dewan Juri:

  1. Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kab. Ponorogo
  2. Wartawan/Pimred Radar Madiun*
  3. Kotareyog.com

Hadiah lomba:

  1. Juara I Rp 1 juta + Sertifikat + Domain&Hosting + Merchandise
  2. Juara II Rp 750 ribu + Sertifikat + Domain&Hosting + Merchandise
  3. Juara III Rp 500 ribu + Sertifikat + Domain&Hosting + Merchandise

Informasi:

Afif Nurwilianto | +62 852 338 01344

Ahmad Hidayatulloh | +62 813 592 04155

 admin at kotareyog.com

http://www.kotareyog.com/ngeblog2008

Untuk warok-warokwati diharapkan posting di blog masing-masing…