<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Yudhi Aprianto Desktop</title>
	<atom:link href="http://yudhiapr.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yudhiapr.blogdetik.com</link>
	<description>YM : yudhi_001 &#124; Email : yudhiapr [at] gmail [dot] com</description>
	<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 07:04:27 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Boyongan ke http://munjalindra.com/</title>
		<link>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/07/16/boyongan-ke-httpmunjalindracom/</link>
		<comments>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/07/16/boyongan-ke-httpmunjalindracom/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 07:03:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My 2 cent's]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudhiapr.blogdetik.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[
&#160;http://yudhiapr.blogdetik.com/ has been moving to http://munjalindra.com/
See you later &#8230; 
Merci Beaucoup Blogdetik &#38; dBloggers.  
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-343 alignnone" src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/07/boyongan.jpg" alt="boyongan" width="432" height="368" /></p>
<p>&nbsp;<a href="http://yudhiapr.blogdetik.com/" title="http://yudhiapr.blogdetik.com/" target="_blank">http://yudhiapr.blogdetik.com/</a> has been moving to <a href="http://www.munjalindra.com">http://munjalindra.com/</a></p>
<p>See you later &#8230; <em><br />
Merci Beaucoup Blogdetik &amp; dBloggers. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </em></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/07/16/boyongan-ke-httpmunjalindracom/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>5 hari berkelana di Pulau Kalimantan</title>
		<link>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/03/03/5-hari-berkelana-di-pulau-kalimantan/</link>
		<comments>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/03/03/5-hari-berkelana-di-pulau-kalimantan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 03:10:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Vacations]]></category>

		<category><![CDATA[banjarmasin]]></category>

		<category><![CDATA[borneo]]></category>

		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>

		<category><![CDATA[kalimantan]]></category>

		<category><![CDATA[kuala kapuas]]></category>

		<category><![CDATA[langlang]]></category>

		<category><![CDATA[palangkaraya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudhiapr.blogdetik.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa, kaki ini telah melangkah dan menginjakkan untuk pertama kalinya di bumi Borneo, yang terkenal akan keindahan, kemolekan, kecantikan serta suasana alam yang masih alami dan natural jauh dari sentuhan kehidupan duniawi.
Mendarat dengan menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air, satu dari 3 maskapai penerbangan rute Jakarta - Palangkaraya setiap harinya dengan tarif antara 350 ribu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-333" style="margin-left: 5px;margin-right: 5px" src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/03/img_7594.jpg" alt="img_7594" width="400" />Tak terasa, kaki ini telah melangkah dan menginjakkan untuk pertama kalinya di bumi Borneo, yang terkenal akan keindahan, kemolekan, kecantikan serta suasana alam yang masih alami dan natural jauh dari sentuhan kehidupan duniawi.</p>
<p>Mendarat dengan menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air, satu dari 3 maskapai penerbangan rute Jakarta - Palangkaraya setiap harinya dengan tarif antara 350 ribu hingga 600 ribu sesuai dengan kelas dan kondisi keramaian penumpang. Perjalanan selama 5 hari pun akan segera dimulai.</p>
<p><strong>Palangkaraya (day 1 - 2)<br />
</strong></p>
<p>Bandar udara Tjilik Riwut, atau yang bisa diartikan kedalam bahasa Indonesia secara bebas yaitu &#8220;Angin Ribut&#8221;, diambil dari nama seorang &#8216;pembuka jalan pembangunan&#8217; di Propinsi Kalimantan Tengah ini untuk pertama kalinya. Bandar udara yang terletak di pinggir kota Palangkaraya ini bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dari Bunderan Besar, salah satu dari tiga buah bunderan yang terkenal di kota ini.</p>
<p>Palangkaraya Mall atau yang biasa disebut dengan Pal-Mall adalah satu-satunya mall paling representatif yang ada disana. Hotel Dandang Tingang adalah tempat tujuan para pelancong atau pelesir untuk beristirahat dengan nyaman.<span id="more-332"></span></p>
<p>Tanah yang hampir sebagian besar berupa tanah pasir (gambut), terlihat putih halus laksana berada di tengah-tengah hamparan lautan pasir yang indah dan menawan. Udara siang hari yang bisa mencapai 39 derajat celcius, akan berubah secara drastis dan tiba-tiba begitu menjelang malam hari. Hujan deras disertai angin kencang kerap sekali menghampiri kota yang ada ditengah-tengah pulau Kalimantan ini.</p>
<p>Tak lupa aku sempatkan mampir ke Jembatan Kahayan, serta dilanjut ke Kampung Lauk untuk makan siang dengan aneka macam masakan sea-food-nya. Dimalam hari anak-anak mudanya kerap sekali nongkrong dan bercengkerama di daerah Pal-Mall dan Bunderan Besar. Disana tersedia kafe-kafe tenda ataupun warung-warung masakan dengan aneka macam masakan. Mulai dari Soto Ayam Lamongan hingga ke Soto Banjar pun ada. Wedang Ronde atau Wedang Jahe Gingseng pun cocok untuk menemani jagung bakar di malam yang kian larut.</p>
<p>Suasana kota yang tertata apik dan rapi, terlihat dari lebar dan lengangnya jalan raya yang ada, serta pengaturan tata kota yang indah dan cantik, maka tak heran Palangkaraya ini mendapat sebutan &#8220;Kota Cantik&#8221; yang juga dijadikan sebagai semboyan (maskot) kota ini.</p>
<p><strong>Kuala Kapuas (day 3 - 4)</strong></p>
<p>Perjalananku pun aku lanjutkan ke arah timur dari kota Palangkaraya ini, ke arah Kota Kuala Kapuas. Perjalanan darat bisa ditempuh selama 2 jam dengan menggunakan mobil pribadi. Jangan khawatir jika tidak membawa kendaraan pribadi, karena dari Palangkaraya banyak tersedia taksi ataupun mobil carteran (travel) yang siap mengantar Anda hingga kedepan tempat tujuan (tentu saja dengan uang tip tambahan) jika tempat tujuan Anda terlalu &#8216;melebar&#8217; dari jalur utama dari taksi atau travel tersebut.</p>
<p>O iya, taksi yang dimaksud disini bukanlah taksi sedan seperti halnya di kota-kota besar itu, tapi yang disebut dengan taksi disini adalah mobil kijang kapsul yang berubah menjadi mobil omprengan. Tentu saja dengan plat warna hitam masih melekat di depan dan belakangnya.<img class="alignright size-full wp-image-335" style="margin-left: 5px;margin-right: 5px" src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/03/img_5423.jpg" alt="img_5423" width="400" /></p>
<p>Kota Kuala Kapuas ini terletak diantara aliran Sungai Kapuas yang mengular mengitari kota ini. Lebar sungai ini hampir 1 kilometer panjangnya. Jadi tidaklah heran jika ada jasa penyeberangan sungai sekelas ferry yang bisa dimuati oleh 10 buah mobil yang lokasinya jauh dari jembatan penyeberangan yang permanen. Cukup rogoh kocek sebesar Rp 1.000,- untuk kendaraan roda dua. Sedangkan untuk mobil sudah tidak diperkenankan untuk naik lagi dikarenakan ada kejadian mobil yang melorot sewaktu diatas kapal dan terjebur kedalam sungai.</p>
<p>Di kota ini ada sebuah kumpulan pulau, yang bernama Pulau Telo, atau yang bisa diartikan dengan Pulau Tiga, karena terdiri dari tiga buah kumpulan pulau ditengah-tengah sungai Kapuas ini. Konon cerita pulau ini bisa berpindah-pindah tempat. Kadang-kadang pulau berderet lurus searah dengan aliran sungai, kadang-kadang juga berderet berjajar ke arah tepian sungai. Konon cerita ada yang mempercayai bahwa pulau ini adalah pulau yang dihuni oleh sekumpulan hantu-hantu sejak jaman nenek moyang dahulu.</p>
<p>Jikalau Anda ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari, maka Pasar adalah satu-satunya tempat tujuan Anda. Begitu pula jika ingin membeli pakaian (baju / kaos) pun bisa didapat dengan mudah di Pasar yang terletak dipinggiran Sungai Kapuas. Jaringan supermarket / minimarket belum sampai ke kota ini, akan tetapi hampir semua Bank berikut jaringan ATM nya telah ada disini, jadi Anda tidak kesusahan untuk mendapatkan uang cash kapan saja. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di kota inilah istriku dilahirkan. Sanak saudara dari keluarga istri (mertua) masih banyak yang berada disini. Kesemuanya hampir tinggal saling berdekatan, jadi hanya butuh waktu yang tidak lama untuk bisa mendatangi mereka satu persatu untuk bersilaturahmi.</p>
<p><strong>Banjarmasin (day 5)</strong></p>
<p>Perjalanan ku pun berakhir di kota Banjarmasin, 1 jam perjalanan dari kota Kuala Kapuas. Perjalanan darat disini terasa sangat lama dikarenakan jalanan yang rusak parah dikarenakan aspalnya terkelupas disana-sini. Ada beberapa ruas jalan yang berupa jalan makadam / jalan tanah liat tanpa aspal sama sekali. Jadi harap berhati-hati ketika melaju ke arah Banjarmasin ketika malam hari.</p>
<p>Begitu memasuki kota Banjarmasin kemacetan pun menyambut, walau masih bisa terkendali serta tidak separah di Jakarta. Itu semua disebabkan ruas jalannya yang kecil, serta beberapa bagian yang berubah menjadi satu arah saja, sehingga semua kendaraaan terkonsentrasi disetiap persimpangan-persimpangan yang ada.</p>
<p>Sungai Martapura dan Barito membelah kota ini, lebar sungai ini hampir sama dengan Sungai Kapuas. Ada beberapa speedboat ataupun kapal-kapal kelotok yang masih melayani para wisatawan ataupun penduduk sekitar yang ingin mencapai berbagai tempat tujuan.</p>
<p>Sayangnya aku tidak sempat untuk mampir ke lokasi Pasar Terapung karena lokasinya yang berseberangan jauh dengan Bandara Udara Samsudin Noor dimana pesawatku telah menunggu untuk mengantarku kembali ke Jakarta.</p>
<p>Begitulah perjalananku kali ini selama 5 hari di Pulau Kalimantan. Pulau nan indah dan eksotis. Namun sayang selama diperjalanan baik di Palangkaraya, Kuala Kapuas maupun Banjarmasin, baik lewat darat ataupun udara, sudah jarang ditemui pohon-pohon yang berukuran besar ataupun sekumpulan hutan rimba yang rimbun. Hampir sebagian daratan saat ini hanya ditumbuhi oleh pohon-pohon yang kecil-kecil.</p>
<p>Semoga saja predikat &#8216;Paru-paru Dunia&#8217; masih disandang oleh salah satu pulau terbesar yang ada di Indonesia ini. Amin.</p>
<p>Sampai jumpa lagi pada acara jalan-jalan yang lainnya. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk foto-foto yang lainnya bisa dilihat di : <a href="http://munjalindra.com/main.php?g2_itemId=11174" target="_blank">http://munjalindra.com/main.php?g2_itemId=11174</a></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/03/03/5-hari-berkelana-di-pulau-kalimantan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menambahkan subtitle (terjemahan) pada film hasil download</title>
		<link>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/02/19/menambahkan-subtitle-terjemahan-pada-film-hasil-download/</link>
		<comments>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/02/19/menambahkan-subtitle-terjemahan-pada-film-hasil-download/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 06:54:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Techno]]></category>

		<category><![CDATA[box office]]></category>

		<category><![CDATA[favorite]]></category>

		<category><![CDATA[film]]></category>

		<category><![CDATA[subscene]]></category>

		<category><![CDATA[subtitles]]></category>

		<category><![CDATA[terjemahan]]></category>

		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<category><![CDATA[trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudhiapr.blogdetik.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Tidak bisa dipungkiri, semakin mudahnya akses untuk mendapatkan koneksi ke dunia maya (internet) dan semakin cepat bandwith yang tersedia didalamnya, maka semakin mempermudah seseorang untuk mendownload sebuah film-film terkemuka saat ini ataupun film-film kenangan jaman dahulu kala.
Lewat fasilitas torrent, download peer-to-peer ataupun lewat sharing file yang berserakan secara cuma-cuma di internet, yang bisa di cari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-327 alignright" style="margin: 5px" src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/02/2-19-2009-2-29-13-pm.jpg" alt="2-19-2009-2-29-13-pm" width="330" height="293" />Tidak bisa dipungkiri, semakin mudahnya akses untuk mendapatkan koneksi ke dunia maya (internet) dan semakin cepat bandwith yang tersedia didalamnya, maka semakin mempermudah seseorang untuk mendownload sebuah film-film terkemuka saat ini ataupun film-film kenangan jaman dahulu kala.</p>
<p>Lewat fasilitas torrent, download <em>peer-to-peer</em> ataupun lewat sharing file yang berserakan secara cuma-cuma di internet, yang bisa di cari dengan mudah lewat mesin pencari layaknya google ataupun yahoo, tidaklah membuat heran jikalau film yang belum diputar di gedung bioskop terkemuka telah ada versi <em>ripper-nya</em> di dunia maya dan siap untuk di download kapan saja oleh siapa saja yang mempunyai akses kepadanya dengan kualitas gambar yang sungguh menakjubkan yang sekualitas DVD ataupun HDV dengan besar file yang relatif kecil (rata-rata untuk format .avi sekitar 600 - 900 MB)  !!</p>
<p>Namun jangan lantas membuat anda khawatir jikalau film hasil <em>download</em>-an Anda tidak bisa dipahami dengan seksama. Karena harap maklum saja, rata-rata kesemuanya adalah dalam format Bahasa Inggris. Bersyukurlah telah hadir sebuah komunitas yang dengan sukarela memberikan kepada kita waktu mereka secara cuma-cuma untuk menerjemahkan ribuan ataupun ratusan ribu film yang telah beredar ke berbagai macam bahasa yang ada di dunia ini, termasuk kedalam Bahasa Indonesia tentunya. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berikut ini cara untuk menambahkan subtitle pada film hasil download-an Anda :<span id="more-326"></span></p>
<ol>
<li>Download film kesukaan Anda terlebih dahulu (lewati step ini jika Anda telah mempunyai filmnya, yang biasanya ber-<em>extension</em> .avi)</li>
<li>Buka website kumpulan subtitle yang ada di <a href="http://subscene.com/" target="_blank">Subscene</a>, atau di <a href="http://opensubtitles.org/" target="_blank">OpenSubtitle</a> (<em>thanks buat om PJ untuk infonya</em>)</li>
<li>Cari subtitle dari film yang telah Anda download di kotak search</li>
<li>Klik salah satu judul yang cocok dari hasil search</li>
<li>Jika Anda beruntung, mungkin saja telah ada seseorang yang telah membuat subtitle (terjemahan) dalam bahasa Indonesia, jika tidak, maka Bahasa Inggris pun cukup membantu kita untuk lebih memahami apa yang sedang dibicarakan pada saat itu di film tersebut <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Klik pada judul subtitle tersebut, dan kemudian Download file subtitle tersebut pada menu download dibawahnya</li>
<li>Ekstrak kedalam folder dimana film Anda berada, dan beri nama <strong>SAMA PERSIS</strong> dengan nama film Anda tapi dengan extension <strong>.srt </strong>(lihat pada gambar contoh diatas)</li>
<li>Terakhir buka file film Anda (extension .avi) dengan player kesayangan Anda (Windows Media Player, Winamp, PowerDVD, dll), dan &#8230;</li>
<li>Selamat menikmati film kesayangan Anda.</li>
</ol>
<p>Semoga tips diatas bermanfaat dan berguna buat kita semuanya. Sampai jumpa lagi di tips dan trik berikutnya. ;)</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/02/19/menambahkan-subtitle-terjemahan-pada-film-hasil-download/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sarikata Chat (SKC) bangkit dari kubur</title>
		<link>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/02/09/sarikata-chat-skc-bangkit-dari-kubur/</link>
		<comments>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/02/09/sarikata-chat-skc-bangkit-dari-kubur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 07:14:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Techno]]></category>

		<category><![CDATA[chat]]></category>

		<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>

		<category><![CDATA[gebetan]]></category>

		<category><![CDATA[kopdar]]></category>

		<category><![CDATA[mencari]]></category>

		<category><![CDATA[ngobrol]]></category>

		<category><![CDATA[pasangan hidup]]></category>

		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudhiapr.blogdetik.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[Setelah&#160;Sarikata.com beberapa saat lalu berhasil di reborn kembali, maka sekarang giliran Sarikata Chat (SKC) yang dihidupkan kembali dari alam kuburnya. Chating ini bisa diakses lewat alamat&#160;http://www.sarikata.com/chat/ ataupun melalui menu Chat yang ada di website&#160;Sarikata.com.
Menjadi tempat berkumpulnya para kontributor, penggemar dan juga pengunjung&#160;Sarikata.com, Sarikata Chat sempat membukukan beberapa kali kopdar (kopi darat / pertemuan) antara lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-323" style="margin-left: 5px;margin-right: 5px" src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/02/2-9-2009-1-56-02-pm.jpg" alt="2-9-2009-1-56-02-pm" width="300" />Setelah&nbsp;<a href="http://Sarikata.com" title="http://Sarikata. " target="_blank">Sarikata.com</a> beberapa saat lalu berhasil di reborn kembali, maka sekarang giliran Sarikata Chat (SKC) yang dihidupkan kembali dari <em>alam kuburnya. </em>Chating ini bisa diakses lewat alamat&nbsp;<a href="http://www.sarikata.com/chat/" title="http://www.sarikata.com/chat/" target="_blank">http://www.sarikata.com/chat/</a> ataupun melalui menu Chat yang ada di website&nbsp;<a href="http://Sarikata.com" title="http://Sarikata. " target="_blank">Sarikata.com</a>.</p>
<p>Menjadi tempat berkumpulnya para kontributor, penggemar dan juga pengunjung&nbsp;<a href="http://Sarikata.com" title="http://Sarikata. " target="_blank">Sarikata.com</a>, Sarikata Chat sempat membukukan beberapa kali kopdar (kopi darat / pertemuan) antara lain di Warung si Doel Semanggi, Pasar Festival Kuningan, Billiard Center Pangrango Pasar Minggu dan masih banyak lagi kopdar-kopdar dadakan yang lainnya.</p>
<p>Dengan beberapa fitur baru, seperti halnya Private Message (PM), smillies, Private Room, Sound alert, Window Alert, Font color, dan masih banyak fitur-fitur baru lainnya, akan semakin memanjakan para pengunjung (chatter) untuk terus bercuap-cuap ria.</p>
<p>Tidak diperlukan instalasi program, download program ataupun setup apapun di Sarikata Chat ini. Cukup dengan melakukan registrasi username (nickname) Anda, dan Anda pun sudah siap untuk bergabung dengan SKC saat itu juga. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat bercuap-cuap ria, mencari teman, sahabat, pasangan hidup ataupun sekedar untuk melepaskan penat dan lelah di saat senggang hanya di <a href="http://www.sarikata.com/chat/" target="_blank">Sarikata Chat</a>. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/02/09/sarikata-chat-skc-bangkit-dari-kubur/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sarikata.com Reborn</title>
		<link>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/02/03/sarikatacom-reborn/</link>
		<comments>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/02/03/sarikatacom-reborn/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 22:05:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My 2 cent's]]></category>

		<category><![CDATA[My Techno]]></category>

		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<category><![CDATA[dongeng]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[kata mutiara]]></category>

		<category><![CDATA[kumpulan]]></category>

		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<category><![CDATA[reborn]]></category>

		<category><![CDATA[sarikata]]></category>

		<category><![CDATA[terbesar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudhiapr.blogdetik.com/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah &#8230;
Setelah beberapa waktu yang lalu website http://www.sarikata.com/ mengalami &#8216;vacum&#8217; alias &#8216;mati suri&#8217;, pada hari Senin kemarin (2 Pebruari 2009),&#160;Sarikata.com telah bisa dinikmati kembali dengan berbagai macam artikel yang telah berhasil di restore dari database lama.
Sampai saat ini telah berhasil direstorasi sekitar 5.000 artikel yang berasal dari para kontributor setia&#160;Sarikata.com yang telah terkumpul sejak tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-315" style="margin: 5px" src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/02/sarikatacom.jpg" alt="sarikatacom" width="300" />Alhamdulillah &#8230;</p>
<p>Setelah beberapa waktu yang lalu website <a href="http://www.sarikata.com/">http://www.sarikata.com/</a> mengalami &#8216;vacum&#8217; alias &#8216;mati suri&#8217;, pada hari Senin kemarin (2 Pebruari 2009),&nbsp;<a href="http://Sarikata.com" title="http://Sarikata. " target="_blank">Sarikata.com</a> telah bisa dinikmati kembali dengan berbagai macam artikel yang telah berhasil di restore dari database lama.</p>
<p>Sampai saat ini telah berhasil direstorasi sekitar 5.000 artikel yang berasal dari para kontributor setia&nbsp;<a href="http://Sarikata.com" title="http://Sarikata. " target="_blank">Sarikata.com</a> yang telah terkumpul sejak tahun 2002 yang lalu. Terbagi dari berbagai macam kategori, seperti : puisi, motivasi, renungan, dongeng, fabel, kata mutiara, tokoh, tips trik, dan masih banyak lagi kategori-kategori yang lainnya.</p>
<p>Artikel-artikel lainnya akan segera menyusul untuk direstorasi kembali dari database yang lama, total jendral sekitar 10 ribu artikel lebih !! Maka tidaklah heran jika beberapa waktu yang lalu ada yang menyematkan kepada&nbsp;<a href="http://Sarikata.com" title="http://Sarikata. " target="_blank">Sarikata.com</a> dengan label &#8220;<strong>Situs kumpulan cerita terbesar di Indonesia</strong>&#8220;. Itu semua bisa ada dan tercapai berkat bantuan dan kerjasama para kontributor, pembaca serta donatur&nbsp;<a href="http://Sarikata.com" title="http://Sarikata. " target="_blank">Sarikata.com</a> yang setia. Mungkin Anda adalah salah satunya. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Anda pun bisa ikut berpartisipasi dengan cara mengirimkan artikel / naskah Anda ke&nbsp;<a href="http://Sarikata.com" title="http://Sarikata. " target="_blank">Sarikata.com</a> dan bergabung dengan ribuan penggemar dan kontributor setia&nbsp;<a href="http://Sarikata.com" title="http://Sarikata. " target="_blank">Sarikata.com</a> yang berasal dari berbagai macam suku, agama, golongan dan berada diseluruh penjuru dunia.<span id="more-314"></span></p>
<p>Mohon bantuan, bimbingan, dukungan serta doa-nya agar website&nbsp;<a href="http://Sarikata.com" title="http://Sarikata. " target="_blank">Sarikata.com</a> ini dapat terus eksis dan berkembang hingga ke anak cucu kita kelak. Amin.</p>
<p>Yuk .. kita membaca bareng-bareng di <a title="Sarikata.com - Intisari Cerita Indonesia" href="http://www.sarikata.com/" target="_blank">Sarikata.com</a> yukkk &#8230; <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/02/03/sarikatacom-reborn/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menambahkan facebook badge / widget</title>
		<link>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/02/02/menambahkan-facebook-badge-widget/</link>
		<comments>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/02/02/menambahkan-facebook-badge-widget/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 04:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Techno]]></category>

		<category><![CDATA[badge]]></category>

		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<category><![CDATA[profil]]></category>

		<category><![CDATA[widget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudhiapr.blogdetik.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Ada cara mudah dan singkat untuk menambahkan badge (widget) account facebook Anda kedalam Blog / website pribadi seperti yang ada disebelah menu kanan website ini.
Caranya adalah :

Login ke account facebook Anda
Buka halaman &#8220;Profile&#8221; (menunya ada di sebelah kiri atas disamping logo facebook)
Scroll hingga ke akhir dari halaman Profile Anda, dan klik menu &#8220;Create Badge&#8221; yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-312 alignright" style="margin: 5px" src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/02/badge.jpg" alt="badge" width="300" />Ada cara mudah dan singkat untuk menambahkan badge (widget) account facebook Anda kedalam Blog / website pribadi seperti yang ada disebelah menu kanan website ini.</p>
<p>Caranya adalah :</p>
<ol>
<li>Login ke account facebook Anda</li>
<li>Buka halaman &#8220;Profile&#8221; (menunya ada di sebelah kiri atas disamping logo facebook)</li>
<li>Scroll hingga ke akhir dari halaman Profile Anda, dan klik menu &#8220;Create Badge&#8221; yang ada disebelah pojok kiri bawah</li>
<li>Create badge Anda (ada beberapa template siap pakai ataupun bisa di customize sesuai selera)</li>
<li>Simpan badge Anda, dan copy code HTML yang otomatis akan tercreate</li>
<li>Paste kedalam &#8220;Text widget&#8221; ataupun template website Anda.</li>
</ol>
<p>Selamat mencoba dan semoga bertambah sahabat-sahabat Anda. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/02/02/menambahkan-facebook-badge-widget/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fenomena Blackberry Sesa(a)t kah ?</title>
		<link>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/23/fenomena-blackberry-sesaat-kah/</link>
		<comments>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/23/fenomena-blackberry-sesaat-kah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 08:06:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Techno]]></category>

		<category><![CDATA[]]></category>

		<category><![CDATA[9500]]></category>

		<category><![CDATA[blackberry]]></category>

		<category><![CDATA[bold]]></category>

		<category><![CDATA[communicator]]></category>

		<category><![CDATA[e90]]></category>

		<category><![CDATA[fenomena]]></category>

		<category><![CDATA[harga]]></category>

		<category><![CDATA[indosat]]></category>

		<category><![CDATA[nokia]]></category>

		<category><![CDATA[perbandingan]]></category>

		<category><![CDATA[smartphone]]></category>

		<category><![CDATA[telkomsel]]></category>

		<category><![CDATA[xl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/23/fenomena-blackberry-sesaat-kah/</guid>
		<description><![CDATA[ Blackberry, atau yang lebih dikenal dengan sebutan BB, sepertinya saat ini telah menjadi salah satu kebutuhan utama, layaknya sandang, pangan dan papan. Atau mungkin bahkan lebih ekstrim lagi diatas dari ketiga kebutuhan primer diatas, misal : biarlah masih ngekost atau ngontrak, tapi menenteng kesana kemari sebuah BB di genggamananya ataupun rela mengurangi jatah makan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/01/blackberry-family.jpg" alt="blackberry-family.jpg" align="left" hspace="5" width="400" /> <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/BlackBerry">Blackberry</a>, atau yang lebih dikenal dengan sebutan BB, sepertinya saat ini telah menjadi salah satu kebutuhan utama, layaknya sandang, pangan dan papan. Atau mungkin bahkan lebih ekstrim lagi diatas dari ketiga kebutuhan primer diatas, misal : biarlah masih <em>ngekost</em> atau <em>ngontrak</em>, tapi menenteng kesana kemari sebuah BB di genggamananya ataupun rela mengurangi jatah makan guna mendapatkan si &#8220;berry hitam&#8221; yang tengah menjadi idola masyarakat perkotaan, khususnya Jakarta.</p>
<p>Kita coba kembali sekitar tahun 2007 kemarin, dimana demam <em>Communicator</em> (sebutan dari Nokia Communicator family) melanda ibukota ini. Masyarakat Jakarta dan kota-kota besar lainnya pun rela antri dari subuh di depan konter penjual Nokia, baik yang resmi ataupun tidak hanya untuk bisa mencicipi si &#8220;<em>brick-like smartphone</em>&#8221; terbaru itu.<span id="more-306"></span></p>
<p>Mereka pun rela membayar selisih lebih sekian ratus ribu atau sekian juta rupiah untuk menjadi nomor pertama didalam waiting list yang telah mengular bak antrian sembako ataupun minyak tanah itu. Itu semua karena pada saat itulah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nokia_E90_Communicator">Nokia E90</a> dilaunching untuk pertama kalinya di dunia, dan Indonesia lah pilihan utama tempat peluncuran handphone pintar terbaru dari Nokia.</p>
<p>Tidak salah memang pihak marketing Nokia memilih Indonesia sebagai tempat peluncuran pertama kali Nokia E90, yang kadang-kadang diplesetin dengan &#8220;<em>EGO</em>&#8220;, hampir sebagian besar masyarakat Indonesia mempunyai <em>ego</em> yang sangat tinggi. Melebihi dari realitas yang bisa ditolerir oleh orang pada umumnya. (termasuk juga saya kali ya .. hehehe .. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/01/nokia-e90-9500-9210i.jpg" alt="nokia-e90-9500-9210i.jpg" align="left" hspace="5" width="400" />Jangan heran jika Anda mendapati sebuah <em>rumah gubuk reyot</em> yang tidak ada atapnya berlubang-lubang tetapi didalamnya terdapat sebuah televisi 21 inchi dan pemiliknya sedang berasyik masyuk <em>sms-an</em> ria atau ber<em>haha-hihi</em> dengan sebuah handphone yang cukup buat beli beras untuk sebulan lamanya.</p>
<p>Itu contoh untuk kaum marginal ataupun yang berekonomi <em>pas-pasan</em>, coba kita tengok diseberang sana, kelakuan yang hampir serupa tapi dalam taraf yang lebih parah pun melanda kaum <em>gedongan</em> ataupun <em>borjuis</em> yang duitnya seolah-olah tidak <em>berseri</em> saking banyaknya.</p>
<p>Contoh nyata, mobil paling terkini yang masih dipamerkan disebuah ajang <em>motorshow</em> diluar negeri sana, hanya dibuat secara <em>limited</em> (terbatas) dan jumlahnya di seluruh dunia hanya ada 10, jangan kaget jika 2 atau 3 dari jatah itu adalah untuk orang Indonesia. Hebat !! <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekarang kita kembali lagi ke topik diatas, tentang fenomena <em>blackberry</em> yang seolah-olah meluluh lantakkan berbagai macam fenomena-fenomena alam yang telah terjadi selama ini dan gegap gempita Pemilu yang sebentar lagi berlangsung. Fenomena ini sedang melanda masyarakat kota besar hingga pelosok negeri. Yang muda ataupun tua, dari anak kuliah hingga orang perkantoran. Semuanya terbius dengan si &#8220;<em>berry-hitam</em>&#8221; yang konon presiden Amerika Serikat yang baru saja dilantik, Barrack Obama <em>pun</em> tidak bisa lepas darinya.</p>
<p>Coba simak hasil <em>wawancara</em> berikut ini, kira-kira apa saja harapan orang-orang terhadap Blackberry ataupun dorongan hasrat paling mendalam seperti apa sehingga membuat seseorang rela untuk menebus sebuah alat komunikasi ini senilai satu ekor sapi jantan, sehat, kuat, dan siap untuk dikorbankan di Hari Idul Adha setiap tahunnya. (sekitar Rp 6 juta - 8 juta ketika tulisan ini diketik. sumber : <a href="http://www.bhinneka.com/">Bhinneka.com</a>)</p>
<p><strong><em>&#8220;Dengan BB, gue bisa chatting, check email, buka fesbok (facebook), browsing dimana aje .. pokoknye ngga ketinggalan informasi dah!&#8221;.<br />
</em><br />
</strong>Kebutuhan akan komunikasi data maupun suara dimana saja dan kapan saja, saat ini sudah menjadi hal yang lumrah. Seiring dengan pertumbuhan teknologi komunikasi yang semakin memudahkan seseorang untuk bisa terhubung ke seluruh penjuru dunia lewat bantuan Internet. Tapi apakah Anda lupa, itu semua telah menjadi fitur utama dari semua smartphone mulai dari jaman <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nokia_6600">Nokia 6600</a> diluncurkan (kira-kira 7 tahun yang lalu).</p>
<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/01/bb-e71-e61.jpg" alt="bb-e71-e61.jpg" align="right" hspace="5" />Memang sih Nokia 6600 tidak secantik dan secanggih BlackBerry ini, tapi di merk lain pun saat ini telah mengeluarkan berbagai macam jenis smartphone guna menghadang laju BlackBerry ini, sebut saja dari kubu Nokia yang mengeluarkan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nokia_E71">E71</a> ataupun  E63 yang lebih dulu keluar, yang mempunyai fitur dan fungsi yang setara dengan BlackBerry, dengan membawa nilai lebih yaitu harga yang lebih <em>masuk diakal</em> daripada BB dan bisa digunakan dengan kartu dari operator manapun juga.</p>
<p>Koneksi WiFi, GPRS, EDGE, HSDPA, Bluetooth, infrared adalah syarat utama sebuah handphone yang menyandang titel smartphone. Apa sih smartphone itu ? Gubraks .. Jadi kemana saja selama ini kawan ? Monggo di intip penjelasan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Smartphone">smartphone disana</a>. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong><em>&#8220;Tongkrongannya Blackberry sekarang khan manteb coy &#8230; ngga malu-maluin lah kalo lagi nge-mail ataupun kopdar di kafe-kafe bareng temen-temen kongkow&#8221;.</em></strong></p>
<p>Sepertinya <a href="http://www.rim.com">RIM </a>(Research in Motion), yang membuat si blackberry ini mulai mengerti akan kebutuhan tampilan (<em>fashion</em>) dewasa ini. Coba lihat design dan tampilan Blackberry 2 atau 3 tahun yang lalu (seperti pada gambar diatas). Tak ubahnya sebuah kotak untuk pengganjal buku ataupun sebuah hardisk eksternal <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Dengan design yang tampil elegan, manis, membulat disana-sini, serta nuansa glossy (mengkilap) saat ini, pamor Blackberry pun tak ubahnya si Cinderella yang berubah dalam semalam, dari si buruk rupa menjadi si cantik dan menawan.<img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/01/300_blackberry_bold.jpg" alt="300_blackberry_bold.jpg" align="right" hspace="5" /></p>
<p>Sekarang pilihan ada di tangan Anda. Apakah Anda rela merogoh kocek lebih dalam lagi hanya untuk sebuah tampilan saja ? Jika uang bukan masalah buat Anda, so it&#8217;s no problemo. Tapi jika Anda bela-belain <em>hutang</em> ke sebuah plastik seukuran kartu nama (baca : kartu kredit) hanya demi mendapatkan gengsi tersebut, sebaiknya Anda pikir-pikir kembali niatan Anda itu. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong><em> &#8221;Masalah sekuritas di Blackberry&#8221;</em></strong></p>
<p>Untuk di Indonesia, pembelian BlackBerry secara resmi adalah dengan bundling dari pihak operator, Telkomsel, Indosat dan XL. Hati-hati jika Anda ingin memiliki BB dengan cara membeli lewat tangan kedua (second) ataupun secara BM (black market). Walaupun dipasaran (baca : internet) kita bisa jumpai teknologi untuk unlock, hacking, ataupun cracking terhadap PIN dan registrasi yang &#8220;mengunci&#8221; BlackBerry tersebut. Pada awalnya teknologi PIN dan registrasi ini untuk melindungi aset berharga dari si tangan jahil (baca : dicuri / kecopetan), tapi pada dasarnya adalah untuk &#8216;mengunci&#8217; si pelanggan tersebut untuk loyal terhadap operator tersebut. (lagi-lagi trik marketing berbicara disini).</p>
<p><strong><em>&#8220;BlackBerry bisa membuat autis kepada penggunanya&#8221;</em></strong></p>
<p>Ketika seseorang telah asyik dengan dirinya sendiri dan &#8220;dunianya sendiri&#8221;, apalagi tidak memperdulikan lingkungan sekitar, menjadikan sikap ketergantungan yang teramat sangat, tidak bisa hidup tanpa &#8220;dunianya&#8221;,  maka orang tersebut boleh dibilang telah terkena gejala-gejala penyakit autis. Seorang pengguna maniak BlackBerry bisa menghabiskan waktunya berjam-jam, bahkan seharian penuh bersamanya. Entah untuk membalas email, memberikan komentar lewat blogwalking, upload foto terbaru kedalam facebook, ataupun sekedar browsing dan chatting dengan seseorang yang dari antah berantah diseberang sana.</p>
<p>Dia seolah-olah telah mempunyai dunianya sendiri, tidak menghiraukan lagi lingkungan disekitarnya. Toh dengan BlackBerry di genggamannya, dan koneksi internet selama 24 jam nonstop yang didapatnya, maka dia bisa menciptakan dunia yang sesuai dengan keinginannya. Dunia semu nan majemuk alias dunia maya.</p>
<p>Hal diatas pada dasarnya tidak hanya bisa terjadi kepada pengguna BB saja, tapi bisa terjadi pada siapa saja, para pengguna handphone yang hanya bisa untuk kirim sms dan menelpon saja pun juga bisa menciptakan dunia yang serupa. Jadi anggapan diatas tidaklah 100% benar.</p>
<p>Memang semua itu kembali pada diri masing-masing. Seberapa pentingkah memiliki BlackBerry itu untuk Anda ? <em>Worthed</em> (layak) kah Anda harus mengeluarkan uang seharga satu ekor sapi untuk sebuah alat <em>komunikasi pintar</em> ini ? Jangan sampai semua itu hanyalah demi kesenangan sesaat saja. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagaimana menurut Anda ??</p>
<p><em>Picture tribute to :<br />
&nbsp;<a href="http://www.removeblackberrypolicy.com/resources/blackberry.gif" title="http://www.removeblackberrypolicy.com/resources/blackberry.gif" target="_blank">http://www.removeblackberrypolicy.com/re&#8230;</a><br />
&nbsp;<a href="http://www.mobilegazette.com/media/nokia-e90-review/nokia-e90-9500-9210i.jpg" title="http://www.mobilegazette.com/media/nokia-e90-review/nokia-e90-9500-9210i.jpg" target="_blank">http://www.mobilegazette.com/media/nokia&#8230;</a><br />
&nbsp;<a href="http://upnorthtech.files.wordpress.com/2008/08/300_blackberry_bold.jpg" title="http://upnorthtech.files.wordpress.com/2008/08/300_blackberry_bold.jpg" target="_blank">http://upnorthtech.files.wordpress.com/2&#8230;</a><br />
&nbsp;<a href="http://ployer.com/archives/2008/01/05/Nokia%20E66%20and%20Nokia%20E71%20details%20leak-thumb-480x410.jpg" title="http://ployer.com/archives/2008/01/05/Nokia%20E66%20and%20Nokia%20E71%20details%20leak-thumb-480x410.jpg" target="_blank">http://ployer.com/archives/2008/01/05/No&#8230;</a><br />
</em></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/23/fenomena-blackberry-sesaat-kah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips memotret dikala senja (sunset)</title>
		<link>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/21/tips-memotret-dikala-senja-sunset/</link>
		<comments>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/21/tips-memotret-dikala-senja-sunset/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 05:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Photography]]></category>

		<category><![CDATA[blue hour]]></category>

		<category><![CDATA[dusk]]></category>

		<category><![CDATA[fotografi]]></category>

		<category><![CDATA[golden hour]]></category>

		<category><![CDATA[photography]]></category>

		<category><![CDATA[senja]]></category>

		<category><![CDATA[siluet]]></category>

		<category><![CDATA[sunset]]></category>

		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<category><![CDATA[trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/21/tips-memotret-dikala-senja-sunset/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kemarin kita semua belajar mengenai tips mendapatkan foto secara candid, sekarang saatnya kita lanjutkan pelajaran memotretnya. Yuk dikeluarkan buku catatan dan kameranya ya ..  

Memotret dikala senja mempunyai trik dan tantangan tersendiri yang harus Anda perhatikan dengan seksama. Karena waktu emas (golden hour) dari senja (sunset) ini teramat singkat, sekitar 1 jam sebelum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kemarin kita semua belajar mengenai <a href="http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid/">tips mendapatkan foto secara candid</a>, sekarang saatnya kita lanjutkan pelajaran memotretnya. Yuk dikeluarkan buku catatan dan kameranya ya .. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/01/sunset2.jpg" alt="sunset2.jpg" width="500" /></p>
<p>Memotret dikala senja mempunyai trik dan tantangan tersendiri yang harus Anda perhatikan dengan seksama. Karena waktu emas (<em>golden hour</em>) dari senja (sunset) ini teramat singkat, sekitar 1 jam sebelum matahari terbenam hingga 30 menit setelah matahari terbenam. Jadi total jendral kira-kira hanya sekitar 1,5 jam saja. Untuk acuan waktu terbenam matahari secara tepat adalah waktu adzan maghrib tiba. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> <span id="more-303"></span></p>
<p>Tripod sangat dibutuhkan untuk pemotretan dikala senja, suasana yang mulai mendekati remang-remang (tamaram) mengharuskan settingan exposure dalam posisi <em>shutter speed</em> lambat daripada biasanya. Dengan penggunaan tripod yang kokoh Anda bisa bereksprerimen dengan berbagai macam settingan yang lainnya. Misalnya menangkap pergerakan ekor cahaya dari lampu-lampu yang mulai menyala, ataupun mengabadikan pergerakan awan yang berarak-arak pelan di angkasa senja (seperti pada foto panorama sunset diatas) dengan sempurna tanpa terjadinya goncangan yang mengakibatkan foto menjadi blur (buram).</p>
<p>Hindari memasukkan bulatan matahari ke dalam frame foto Anda secara langsung. Apalagi ketika kontras cahayanya masih cukup keras (terang). Hal ini akan merusak warna-warna emas yang ada disekitarnya dan mengakibatkan foto Anda over-exposure (<em>mbulak : bahasa jawa nya</em>). Tips untuk mengakalinya adalah dengan menyembunyikan matahari dibalik bayang-bayang pohon, ataupun mengeluarkan matahari dari frame foto Anda, sehingga yang Anda abadikan adalah bias cahaya keemasannya yang menyinari subyek / obyek yang akan Anda abadikan (seperti pada contoh gambar dibawah).</p>
<p>Jangan langsung berkemas-kemas ketika matahari telah terbenam di ufuk barat, tapi abadikan juga saat-saat setelah sunset, yang biasa disebut sebagai blue hours, dimana langit mempunyai gradasi antara hitam kelam diatas kepala Anda hingga ke kuning cemerlang (orange) di ufuk barat sana. Fenomena blue hours ini hanya berlangsung kira-kira 15 menit - 30 menit saja setelah matahari terbenam, setelah itu langit akan berubah menjadi hitam kelam ataupun biru kelam secara keseluruhan. Gunakan waktu sebaik mungkin. Dapatkan foto sebanyak-banyaknya untuk nantinya dipilih mana yang terbaik dari sekian exposure yang telah diambil.</p>
<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/01/senja1.jpg" alt="senja1.jpg" align="left" hspace="5" width="400" />Temukanlah obyek untuk dijadikan sebagai foreground dari foto sunset Anda. Bisa berupa pohon, orang, kendaraan, gedung, rumah ataupun yang lainnya. Matikan flash kamera Anda untuk mendapatkan efek siluet dari obyek tersebut.</p>
<p>Nyalakan flash kamera Anda untuk mengisi (<em>fill-in</em>) obyek tersebut sehingga terlihat wajah / wujud asli dari obyek tersebut secara seimbang .</p>
<p>Pergunakan<em> </em><em>filter </em>Anda untuk mendapatkan efek-efek gradasi yang lebih dramatis. Seperti halnya pada foto panorama diatas, dimana sisi sebelah kiri berwarna orange cerah kemudian berangsur-angsur berubah ke biru (ungu) secara gradual ke arah sebelah kanan. Hal ini bisa Anda dapatkan juga dengan program olah digital seperti Adobe Photoshop jika Anda tidak mempunyai filter-filter yang khusus untuk mendapatkan efek tersebut.</p>
<p>Perbanyak komposisi awan (langit) dibandingkan dengan daratan didalam frame foto Anda. Langit diwaktu senja lebih menarik untuk diabadikan ketimbang daratan yang rata-rata bercorak hitam kelam karena efek siluet dari sinar matahari yang ada di depan Anda.</p>
<p>Disiplinlah ! Mengabadikan waktu senja / sunset membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan yang tinggi. Datanglah ke lokasi beberapa jam sebelum matahari terbenam, sehingga Anda bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan tepat. Jangan sampai Anda direpotkan oleh ritual-ritual lainnya pada saat senja tiba. Ingat waktu Anda untuk mengabadikan sunset hanya sekitar 1 - 1,5 jam saja. Jadi, disiplinlah pada diri sendiri !</p>
<p>Semoga tips diatas berguna buat Anda semua. Sampai jumpa lagi dilain kesempatan dan tips lainnya.<br />
Selamat mengabadikan waktu dikala senja dan teruslah men<em>jepret</em> lingkungan sekitar Anda &#8230; <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Source :&nbsp;<a href="http://www.photosecrets.com/tips.sunsets.html</em>&#8221; title=&#8221;http://www.photosecrets.com/tips.sunsets.html</em>&#8221; target=&#8221;_blank&#8221;>http://www.photosecrets.com/tips.sunsets&#8230;</a><br />
<em>Picture tribute to :&nbsp;<a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/22/Sunset_may_2006_panorama.jpg</em>&#8221; title=&#8221;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/22/Sunset_may_2006_panorama.jpg</em>&#8221; target=&#8221;_blank&#8221;>http://upload.wikimedia.org/wikipedia/co&#8230;</a></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/21/tips-memotret-dikala-senja-sunset/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips memotret secara candid</title>
		<link>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid/</link>
		<comments>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 02:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Photography]]></category>

		<category><![CDATA[candid]]></category>

		<category><![CDATA[fotografi]]></category>

		<category><![CDATA[long]]></category>

		<category><![CDATA[paparazzi]]></category>

		<category><![CDATA[photography]]></category>

		<category><![CDATA[portrait]]></category>

		<category><![CDATA[shoot]]></category>

		<category><![CDATA[tele]]></category>

		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid/</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah request dari om nanang yang gantheng disana yang menginginkan tips untuk memotret secara candid, akhirnya kupersembahkan tips candid photography yang biasanya adalah foto jenis portrait (potret) wajah dalam pose yang tidak biasanya dan natural.
Salah satu kelebihan dari seni photography jenis ini adalah human interest dan mood yang berhasil didapatkan secara candid (diam-diam), semakin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/01/candid.jpg" alt="candid.jpg" align="left" hspace="5" />Ada sebuah request dari <a href="http://nanangs.blogdetik.com/">om nanang</a> yang gantheng <a href="http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/13/tips-memotret-sambil-berwisata-travelling-photography/">disana</a> yang menginginkan tips untuk memotret secara candid, akhirnya kupersembahkan tips <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Candid_photography"><em>candid photography</em></a> yang biasanya adalah foto jenis <em>portrait</em> (potret) wajah dalam pose <em>yang tidak biasanya</em> dan natural.</p>
<p>Salah satu kelebihan dari seni <em>photography</em> jenis ini adalah <em>human interest</em> dan <em>mood</em> yang berhasil didapatkan secara <em>candid</em> (diam-diam), semakin natural, spontan dan ekspresif foto tersebut, maka semakin tinggi nilai jualnya. Tapi alangkah baiknya Anda melakukan pendekatan secara personal terlebih dahulu sebagai adat sopan santun kita sebelum (sesudah) mengambil foto mereka secara candid jika memungkinkan.</p>
<p><em>Fotographer candid</em> rata-rata menggunakan lensa <em>zoom tele</em> (jauh) untuk mendapatkan hasil karya mereka. Dengan menggunakan lensa diatas ukuran <em>focal length</em> 70mm misalnya, maka akan diperoleh respon dari obyek lebih natural jika dibandingkan dengan lensa <em>wide</em> (28mm misal). Karena sang <em>fotographer</em> dan obyek yang akan diabadikan terdapat jarak aman serta berada diluar zona privasi dari si obyek.</p>
<p>Hampir sebagian besar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Paparazzi"><em>paparazzi</em></a> menggunakan lensa <em>tele</em> super panjang untuk bisa menangkap sasaran obyek yang jauh disana tanpa sepengetahuan mereka secara <em>candid</em> juga. Tapi tolong dibedakan antara foto candid yang diambil oleh paparazi dengan foto candid yang dilakukan secara spontan dan secara terbuka (sepengetahuan obyek).<span id="more-301"></span></p>
<p>Bawa selalu kamera Anda dan dalam kondisi siap sedia. Itulah kunci utama untuk bisa mendapatkan foto <em>candid</em> dan momen-momen yang tidak terduga secara spontan. Kamera poket ataupun kamera handphone disini mempunyai nilai lebih jika dibandingkan dengan kamera jenis SLR yang rata-rata berukuran <em>jumbo</em>. Karena kepraktisan didalam hal akomodasi tersebut, maka momen yang terjadi sekilas langsung bisa diabadikan secara instan dengan kamera jenis <em>point and shoot</em> itu.</p>
<p>Matikan <em>flash</em> dari kamera Anda agar tidak mengganggu privasi dari orang tersebut. Pergunakan cahaya alami (dari matahari / sinar lampu yang ada) untuk mendapatkan suasana sesungguhnya dari foto candid Anda.</p>
<p>Pergunakanlah <em>serial-shooting</em> yang ada di kamera Anda jika memungkinkan untuk mendapatkan ekspresi wajah yang tidak terduga dari rentetan sebuah kejadian. Kamera SLR rata-rata mempunyai <em>continous-shoot</em> sebanyak 3 frame keatas dalam satu detiknya. Coba check apakah dikamera Anda mempunyai fasilitas ini, dan pergunakanlah fitur ini untuk hasil yang maksimal.</p>
<p>Carilah posisi yang strategis termasuk posisi latar belakang yang pas untuk foto yang akan Anda ambil secara candid. Hal ini guna mendukung cerita dari foto tersebut. Jika memungkinkan, ikut sertakan pula suasana disekitarnya dalam frame foto Anda.</p>
<p>Jangan lupa untuk mengabadikan orang berikut dengan aktifitas mereka. Foto tukang sapu jalanan akan lebih bercerita ketika dia sedang menyapu trotoar di pinggir jalan, begitu juga halnya foto seorang pengemis yang meminta-minta di perempatan jalan pun akan bercerita lebih jika kita ikut sertakan hiruk pikuk kemacetan lalu lintas disekitarnya. Hal ini akan menambah nilai dari cerita foto tersebut.</p>
<p>Belajarlah untuk memotret pada posisi-posisi sulit dan tidak semestinya, misalnya memotret setinggi pinggang Anda atau memotret melalui balik saku jaket secara cepat dan akurat. Nilai lebih dari foto candid adalah ekspresi dari obyek yang kita abadikan. Semakin <em>natural</em> dan <em>nyaman</em> ekspresi mereka ketika kita ambil gambarnya, maka semakin bagus nilai foto tersebut. Foto yang diambil dari sudut pandang yang tidak wajar ini juga mempunyai nilai tambah lainnya. Berlatihlah terus dengan posisi-posisi sukar lainnya.</p>
<p>Pergunakan frame alami yang ada disekitar kejadian. Bahu orang yang sedang berjalan, cabang ranting pohon, celah dari kursi atau meja. Sehingga seolah-olah kita tidak sedang mengambil foto orang yang kita tuju. Hal ini tentu saja akan lebih mudah jika Anda menggunakan lensa tele yang jauh.</p>
<p>Selamat mencoba, dan semoga tips diatas bermanfaat buat kita semua. Sampai jumpa di tips-tips yang lainnya. <img src='http://yudhiapr.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Source :&nbsp;<a href="http://digital-photography-school.com/11-tips-for-better-candid-photography" title="http://digital-photography-school.com/11-tips-for-better-candid-photography" target="_blank">http://digital-photography-school.com/11&#8230;</a><br />
Picture tribute to :&nbsp;<a href="http://image.guardian.co.uk/sys-images/Arts/Arts_/gallery/2006/07/26/ShockJillGgallery.jpg" title="http://image.guardian.co.uk/sys-images/Arts/Arts_/gallery/2006/07/26/ShockJillGgallery.jpg" target="_blank">http://image.guardian.co.uk/sys-images/A&#8230;</a><br />
</em></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/16/tips-memotret-secara-candid/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit-penyakit di kota Jakarta</title>
		<link>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/15/penyakit-penyakit-di-kota-jakarta/</link>
		<comments>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/15/penyakit-penyakit-di-kota-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 03:28:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhiapr</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My 2 cent's]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/15/penyakit-penyakit-di-kota-jakarta/</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, layaknya seorang perempuan cantik nan molek selalu mengundang decak kagum siapapun yang pernah merasakan ataupun melihatnya. Baik melalui layar kaca maupun lewat media cetak. Gemerlap lampu yang kelap-kelip dikala malam hari, menambah syahdu tamaram senja di kota itu. Seakan-akan menjadi magnet yang luar biasa besarnya terhadap seluruh penduduk negeri ini untuk mendatanginya hingga akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://yudhiapr.blogdetik.com/files/2009/01/monas2.jpg" alt="monas2.jpg" align="left" hspace="5" />JAKARTA, layaknya seorang perempuan cantik nan molek selalu mengundang decak kagum siapapun yang pernah merasakan ataupun melihatnya. Baik melalui layar kaca maupun lewat media cetak. Gemerlap lampu yang kelap-kelip dikala malam hari, menambah syahdu tamaram senja di kota itu. Seakan-akan menjadi magnet yang luar biasa besarnya terhadap seluruh penduduk negeri ini untuk mendatanginya hingga akhirnya menghuninya.</p>
<p>Tetapi janganlah Anda hanya terpikat akan indah dan molek <em>tubuhnya </em>saja, karena dibalik kecantikan dirinya, tersembunyi berbagai macam <em>penyakit</em> yang akan menjangkiti siapa saja yang tidak siap untuk mengantisipasinya. Apa sajakah penyakit itu ? Sudah siapkah Anda menghadapinya ?</p>
<p>Mari kita kupas bersama-sama.</p>
<p><strong>Kemacetan</strong><br />
Seolah-olah menjadi hal yang lumrah kemacetan menghiasi ruas jalan Ibukota ini. Coba tengok di pagi hari ataupun sore hari. Jalan raya pun laksana tempat parkir terpanjang di dunia. Angkutan massal yang seakan-akan menjadikan impian semua orang pun seakan-akan tetap jauh dari impian dan anganan. <em>Laksana punguk yang merindukan bulan.</em></p>
<p><strong>Banjir</strong><br />
Bulan Januari, identik dengan idiom &#8220;Hujan Sehari-hari&#8221; yang hingga kini pun masih sahih dalil tersebut. Hampir setiap hari mendung hitam selalu mengelayut di atas awan kota ini. Dampak nyata yang terlihat adalah banjir pun datang tanpa diundang dimana-mana. Hal yang seharusnya bisa diatasi dengan mudah, tapi seolah-olah menjadi susah. Alam pun dijadikan kambing hitam oleh semua pihak. <em>Opo tumon ?</em><span id="more-297"></span></p>
<p><strong>Kemiskinan</strong><br />
Kaya dan miskin itu adalah sebuah anugerah. Tidak ada satu orang pun didunia ini yang berkeinginan untuk menjadi orang miskin selama hidupnya, apalagi hingga menurun ke anak cucu. Tetapi kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin yang terjadi di kota metropolitan ini laksana gunung yang tinggi menjulang dan jurang dalam mencekam. Si kaya bisa dengan enaknya menghambur-hamburkan uangnya sekejap saja demi sepotong roti dan secangkir minuman, tapi si miskin pun harus berdiri seharian penuh diperempatan jalan hanya untuk mendapatkan uang recehan tuk bertahan hidup hingga ke esok harinya. <em>Sungguh ironis sekali.</em></p>
<p><strong>Kriminalitas</strong><br />
Dimana ada sekumpulan orang yang berinteraksi, disitulah ada kriminalitas yang mengintai. Terminal bus, stasiun kereta api, pasar-pasar bahkan hingga ke gedung-gedung perkantoran pun tidak luput oleh tindakan ini. Jikalau ditempat-tempat umum tindak kriminalitasnya lebih kearah fisik (mencuri, menjambret, menodong, dll) lain halnya yang terjadi di dalam gedung-gedung bertingkat, disini tindak kriminalitas lebih rapi dan licin untuk dilacak siapa saja, termasuk oleh KPK ataupun pihak berwenang dan berwajib lainnya.</p>
<p><strong>Terjebak Rutinitas</strong><br />
Ritme kehidupan yang serba cepat dan efisien, seakan-akan telah membuat para penghuni ibukota Republik Indonesia ini menjadi sebuah robot, yang mempunyai sistem rutinitas sehari-hari. Mulai dari bangun pagi kemudian menggosok gigi hingga pergi beraktifitas dan kembali lagi tidur di malam harinya. Hal itu terus berulang dari hari ke hari, bulan ke bulan hingga tak terasa umur pun telah habis melakukan rutinitas tanpa kita sadari. Sadarkah Anda ?</p>
<p><strong>Pemuas Nafsu Komersial</strong><br />
Sudah menjadi kodrat manusia, yang diciptakan dengan akal dan nafsu. Hampir sama juga dengan umur kehidupan manusia, kebutuhan akan pemuas hawa nafsu pun dibutuhkan laksana makanan dan minuman. Laksana hukum dalam perdagangan, ada permintaan, ada yang menyediakan. Layanan seks komersial, baik yang berkelas hotel berbintang ataupun didalam warung-warung remang pun hadir melengkapinya. Seolah-olah menemani denyut nadi sang malam yang kelam dengan hingar bingar musik dan kerlap-kerlip lampunya. Desahan nafas memburu pun tak mau kalah menggapai puncak awan.</p>
<p><strong>Pola hidup konsumtif</strong><br />
Menjamurnya pusat-pusat perbelanjaan, hiperstore hingga toko serba ada yang hampir merata diseluruh pelosok kota Jakarta ini telah mengubah gaya hidup dan tingkah laku masyarakat ibukota. Mulai dari sekedar hanya jalan-jalan refreshing untuk cuci mata sejenak melepas penat hingga ajang kumpul-kumpul dengan sahabat karib ataupun keluarga pun dilakukan didalamnya. Tak lupa belanja kebutuhan sehari-hari ataupun keinginan sesaat juga tersedia lengkap tinggal pilih sesuai selera. Ingat-ingat saja akan isi dompet, solusi instan kartu kredit bukanlah jalan keluar yang bijaksana.</p>
<p><strong>Narkoba dan psikotropika<br />
</strong>Himpitan hidup yang datang bertubi-tubi setiap harinya, membuat para penghuni kota ini stress secara tidak disengaja. Banyak orang yang ingin segera terbebas dari belenggu masalah ataupun problematika yang ada dengan cara instan dengan menggunakan narkoba. Pada awalnya hanya coba-coba atau dalam dosis yang kecil. Tapi ketika hal itu telah menjadi sebuah kebutuhan, malapetaka pun telah menghantuinya. Hanya 2 hal saja akhir cerita dari seorang pengguna narkoba, yaitu : mati atau masuk penjara. <em>Mau ?</em></p>
<p>Semoga kita semua, keluarga-keluarga kita, orang-orang yang kita kasihi dan cintai, dapat terhindar akan <em>penyakit-penyakit</em> diatas. Penyakit ini tidak hanya bisa dijumpai di Jakarta saja, tapi hampir dimiliki oleh semua kota-kota besar yang ada di penjuru dunia pun memilikinya. Tentu saja dengan kadar dan komposisi yang berbeda-beda, sesuai dengan taraf hidup dan tingkat kemakmuran dari kota tersebut.</p>
<p>Sudah siapkah Anda menghadapinya ?</p>
<p><em>Picture tribute to :&nbsp;<a href="http://www.femina-online.com/ultah/images/kilas_balik/monas.jpg</em>&#8221; title=&#8221;http://www.femina-online.com/ultah/images/kilas_balik/monas.jpg</em>&#8221; target=&#8221;_blank&#8221;>http://www.femina-online.com/ultah/image&#8230;</a></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/15/penyakit-penyakit-di-kota-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.646 seconds -->

