Tips memaksimalkan lensa kit DSLR

My Photography November 25th, 2008

lens18-55-001.jpgLensa kit DSLR, atau yang biasa kita sebut ‘lensa bawaan kamera’ pada prinsipnya telah dipersiapkan untuk bisa menghadapi segala jenis (tipe) pemotretan. Oleh sebab itu hampir rata-rata lensa kit dari berbagai merk DSLR terkemuka hampir bisa dipastikan adalah lensa jenis zoom.

Kita bisa lihat dari lensa kit dari Canon EOS 1000D kepunyaanku yang mempunyai rentang 18-55mm. Rentang yang sama pun didapat oleh para pecinta Nikon seperti om Dika yang menebus D60nya dan mendapatkan lensa kit dengan rentang 18-55. Begitu juga halnya dengan lensa kit bawaan Sony Alpha 300 kepunyaan om idris yang mempunyai rentang 18-70mm.

Kalau kita perhatikan rentang zoom dari lensa kit diatas, maka penggunaan lensa kit ini bisa untuk pemotretan pemandangan (landscape) yang mengedepankan sisi terlebar (wide) lensa tersebut hingga pada mode potret (portrait) wajah seseorang.

Berikut ini ada beberapa tips untuk memaksimalkan lensa kit yang berhasil aku himpun dari berbagai website :

  1. Kenali karakteristik zoom lensa kit. mulai dari sisi terlebar (wide) hingga sisi terjauhnya (tele)
  2. Kenali karakteristik bukaan diafragma (aperture) lensa kit. mulai dari bukaan terlebarnya, hingga bukaan paling kecilnya
  3. Perbanyak jam terbang memotret. Bisa dengan cara mengikuti kegiatan hunting rame-rame, ataupun memotret serangga yang hinggap di depan teras rumah pun jadi.

Pada dasarnya lensa kit ini telah dipersiapkan oleh produsen kamera DSLR untuk bisa menghadapi segala jenis pemotretan pada umumnya. Semua terkembali pada diri kita sebagai eksekutor terakhir untuk bisa menghasilkan foto dengan kualitas terbaik dengan kondisi peralatan seadanya.

Selamat berkarya.

Picture tribute to : Nikon Website

Akhirnya punya galeri photo sendiri

My Photography, My Techno October 7th, 2008

Setelah beberapa saat lalu membeli kamera digital pertama dalam hidupku dan telah aku gunakan buat jeprat-jepret kesana sini, akhirnya tiba waktunya untuk mempunyai sebuah galeri photo sendiri untuk menampung hasil jepretanku ini supaya bisa dilihat oleh seluruh penjuru dunia melalui dunia maya ini.

Siang kemarin pun aku bongkar-bongkar koleksi domain yang telah aku beli tapi masih nganggur alias belum diberdayagunakan (maklum baru bisa dalam tahap kolektor domain aja, belom sampe ke kolektor barang antik atau mobil .. hehehe ), akhirnya pilihan domain yang aku gunakan sebagai tempat buat ‘ajang unjuk gigi‘ dibidang ‘menulis dengan cahaya‘ adalah Munjalindra.com.

munjalindra-websites.jpgAlasan utama membangun sendiri photo-gallery, tidak menggunakan aneka macam photo-gallery yg telah tersedia secara gratis (cuma-cuma) adalah :

  1. Agar domain yang telah aku ambil dari nama belakang dari kedua anakku itu berguna dan bermanfaat bagi siapa saja yang sedang mendalami dunia fotografi seperti halnya aku, alias tidak nganggur aja di dalam stock domainku.
  2. Terbatasnya space dan bandwidth yang ditawarkan oleh jasa layanan photo-gallery yang diberikan secara cuma-cuma (namanya juga gratisan .. hehehe), walaupun telah ada yang memberikan layanan storage dan bandwidth dalam satuan GigaByte dan lain sebagainya, tapi tetap saja kontrol dan kendali yang didapat ‘tidak sepenuhnya’ kita dapatkan. ;)
  3. Agar lebih keren dan beken ajah, pake nama domain sendiri jack .. hehehe:D

Dengan menggunakan program image gallery siap pakai dengan judul Gallery yang telah tersedia didalam fantastico CPanel hostingan tempat aku berada, maka proses instalasi pun tidak memakan waktu yang lama, karena cukup dengan tiga step form isian wizard yang telah tersedia, maka program Gallery pun telah berhasil terinstal kedalam domain yang dimaksud. Yang membutuhkan waktu lama justru setting sana-sini serta proses upload satu persatu (walaupun pada prakteknya kita bisa upload 10 image sekaligus) koleksi image yang ada. ;)

Semoga dengan adanya galeri ini akan terlihat perkembangan ilmu yang aku peroleh dari dunia maya maupun pengalaman secara langsung (learning by doing) dan coba-coba (trial and error) ini dari waktu ke waktu. ;)

Jangan lupa untuk meninggalkan komentar ataupun rating di masing-masing foto yang ada disana ya … biar tambah semangat untuk hunting dan jepret sana-sini-nya .. hehehe ;)

The Rule of Thirds, komposisi layout fotografi

My Photography September 26th, 2008

rivertree_thirds_md.gifPada saat kamera sudah ditangan, obyek didepan mata, maka naluri seorang fotografi pun harus peka terhadap setiap momentum yang bisa terjadi setiap saat.

Tapi apalah artinya itu semua, apabila hasil foto yang berhasil diabadikan dengan cahaya itu diluar dari harapan ataupun selera para pemirsanya ?

Oleh sebab itu terlahirlah sebuah acuan yang hampir bisa dipastikan akan menghasilkan foto sebuah momentum secara luar biasa dimata semua orang.

Tips-nya cukup singkat dan sederhana, siapapun bisa meng-aplikasikannya. Tidak diperlukan kamera DSLR nan begitu mahal seharga sepeda motor merk ternama, ataupun gelar sarjana fotografi untuk mengikuti tips dibawah ini.

Yang diperlukan hanyalah keberanian serta kegigihan untuk terus belajar dan mencobanya terhadap setiap kesempatan yang ada.

Tips itu adalah ‘The Rule of Thirds’, yang mempunyai arti secara sederhana : bagaimana kita meletakkan sebuah obyek utama didalam frame foto yang kita ambil.

Sebenarnya ini bukan aturan baku ataupun utama didalam dunia fotografi, tapi ini hanyalah sekedar sebuah panduan untuk mendapatkan foto yang ‘lebih pas’ komposisinya didalam frame foto yang ada.

Seperti yang tertulis disana, definisi Rule of thirds ini disederhanakan menjadi “Apabila memungkinkan, letakkan obyek utama foto Anda pada sepertiga jarak dari tepi ‘frame foto’ Anda. Terserah apakah itu 1/3 dari frame sebelah kiri, atas, bawah, kanan maupun kombinasi diantara keduanya (1/3 dari pojok kanan atas)”.

Yap, untuk teori sepertinya sudah cukup, sekarang kita langsung ke praktek. Karena dengan praktek, maka sesulit apapun teori yang ada akan terlihat ‘mudah’ dalam sekejap. Fasten your seatbelt, please .. ;) Read the rest of this entry »

Tiga kunci utama fotografi

My Photography September 24th, 2008

dslr-manual-header.jpgBegitu banyak tips & trick serta teori-teori yang beredar di belantara internet maupun tercetak di berbagai macam literatur ataupun buku-buku untuk bisa menghasilkan foto yang ‘wow’ dimata siapa saja. Dari sekian banyak artikel dan tips yang ada tersebut, ada tiga faktor kunci yang harus diperhatikan oleh siapapun yang ingin mahir didalam dunia fotografi.

Ketiga faktor utama tersebut adalah :

  1. Jarak (fokus) berfungsi untuk menentukan antara obyek yang akan difoto dengan titik fokus lensa menjadi sama, sehingga momentum yang akan diabadikan menjadi jelas dan tidak blur. Untuk setting fokus di kamera SLR biasanya dengan memutar ring fokus yang ada di lensa bagian depan.
  2. Diafragma (aperture) seringkali disebut juga dengan lubang lensa berfungsi membatasi cahaya yang masuk kedalam proses pengambilan foto. Semakin terang cahaya, maka semakin kecil lubang lensa yang dibutuhkan (dalam hal ini semakin besar nilai dari apperture yang harus kita set dikamera), semakin sedikit cahaya yang ada, maka semakin besar apperture yang harus dibutuhkan. Untuk setting aperture priority secara manual biasanya diberi tanda Av (lihat gambar)
    Contoh : setting aperture pada f/2 berarti membuka diafragma lebih lebar jika dibandingkan dengan setting f/5,6
  3. Kecepatan (shutter speed) berfungsi untuk mengambil foto yang obyeknya bergerak, semakin cepat obyek tersebut bergerak, maka semakin kecil nilai shutter speed yang harus kita set. Untuk setting shutter priority secara manual biasanya diberi tanda Tv (lihat gambar)
    Contoh : setting shutter pada 1/200 adalah lebih cepat jika dibandingkan dengan setting shutter speed pada 1/4 ataupun 2″.

Keahlian didalam dunia fotografi pada intinya adalah kombinasi dari keahlian didalam mensinkronkan ketiga hal diatas secara refleks dan fleksibel mengikuti event yang sedang berlangsung. Tidak jarang kadangkala dibumbui dengan efek-efek dan teknis-teknis lainnya guna memanipulasi ketiga faktor utama diatas jika tidak memungkinkan dalam kondisi yang ideal.

Misalnya dengan cara menambahkan lampu flash tambahan untuk mengatasi minim-nya cahaya yang memapar obyek yang hendak diabadikan, tripod / monopod untuk mengatasi guncangan atau mengabadikan momentum dengan kecepatan super lambat, jenis-jenis lensa untuk menjangkau tempat-tempat yang berbahaya untuk dijangkau dengan jarak dekat, setting ISO dan lain sebagainya.

Semoga informasi diatas bisa berguna buat kita semuanya didalam memperdalam ilmu di dunia fotografi ini.
Mohon bimbingannya apabila ada yg salah, maklum masih belajar motrek nih… hehehe … ;)

Source : detikForum
Picture tribute to :