Attitude
My Offices April 1st, 2008
“Kamu itu sebenarnya pinter, tapi sayang attitude-mu kurang”, mungkin begitulah garis besar dari perkataan seorang kawan kepadaku beberapa waktu yang lalu. Berbekalkan rasa penasaran yang teramat dalam terhadap apa arti dari kata-kata tersebut (sekalian buat bekalku untuk berinstrospeksi diri, tentu saja menuju ke jenjang yang lebih baik lagi. Amin), maka jari jemariku pun telah aktif mencari-cari dibelantara internet dengan bantuan dari om google yang baik hati dan tidak sombong.
Berdasarkan info dari mbah wikipedia.org disini, Attitude itu adalah :
Attitude is a hypothetical construct that represents an individual’s like or dislike for an item. Attitudes are positive, negative or neutral views of an “attitude object”: i.e. a person, behaviour or event. People can also be “ambivalent” towards a target, meaning that they simultaneously possess a positive and a negative bias towards the attitude in question.
Attitudes are composed from various forms of judgments. Attitudes develop on the ABC model (affect, behavioral change and cognition). The affective response is a physiological response that expresses an individual’s preference for an entity. The behavioral intention is a verbal indication of the intention of an individual. The cognitive response is a cognitive evaluation of the entity to form an attitude. Most attitudes in individuals are a result of observational learning from their environment.
Tidak hanya didalam kehidupan berbangsa dan bernegara saja, politik juga hadir didalam lingkungan kantor. Berbeda dengan kehidupan berbangsa dimana kegiatan berpolitik itu diaspirasikan lewat berbagai macam partai di berbagai macam lembaga negara mulai dari tingkat nasional sampai dengan tingkat daerah. Kehidupan berpolitik di perkantoran lebih cenderung diaspirasikan lewat sebuah komunitas ataupun perkumpulan yang sering kita sebut Serikat Pekerja.
About
