Boyongan

My Offices October 20th, 2008

dsc01075.JPGUdah seminggu ini aku lakukan boyongan data dari laptop lamaku ke laptop baru pinjeman dari pabrik. Proses installasi OS nya sih cuma beberapa jam saja (tepatnya sih sekitar 45 menit saja), yang kali ini aku coba untuk isi dengan ubuntu dibandingkan dengan fedora yang telah menghuni lebih dari 2 tahun di travelmate-ku. Ini juga hasil dari racun yang diberikan oleh akangaziz kepadaku beberapa saat sebelum aku melakukan pilihan antara ubuntu, kubuntu atau fedora. :D

Dan memang benar, begitu proses installasi selesai, secara teknis laptop yang sebelumnya masih bersistemkan Windows XP standard abis belum ada program apa-apanya, telah berubah menjadi sebuah ’senjata’ yang siap tempur yang telah lengkap dengan berbagai kebutuhan ’standard’ yang biasa aku pergunakan.

Sebutlah pidgin yang biasa aku gunakan untuk tetap terhubung dengan dunia luar sana, firefox yang telah manjur untuk browsing mencari ilmu dan inspirasi, openoffice untuk membuat dokumentasi ataupun mengolah file-file presentasi, dan tak lupa juga terminal yang powerfull untuk melakukan remote ke server-server yang ada melalui saluran ssh, begitu juga Wifi untuk terhubung ke hotspot kantor pun langsung terdeteksi dengan default.

Hal diatas sangat berbeda sekali dengan yang aku alami ketika menggunakan fedora 8 (werewolf) di travelmate-ku. Dimana diperlukan sedikit tricky dan setting disana-sini untuk bisa siap sedia untuk tempur di medan laga. (no offense buat fedora-lover yah .. i’m still a fedora lover too .. )

Beberapa aplikasi yang aku add-ons ke ubuntu supaya lebih user-friendly buat aku antara lain :

  1. konsole => untuk menggantikan terminal
  2. konqueror => untuk menggantikan nautilus
  3. thunderbird => untuk menggantikan evolution
  4. kde-svn => untuk update svn lokal
  5. akregator => untuk membaca RSS feeder yang segambreng
  6. kate => untuk menggantikan gedit
  7. k3b => untuk nge-burn CD / DVD
  8. vlc => untuk player video
  9. amarok => untuk player audio

Welcome to new-era for me, ubuntu era, Humanity to others. hehehe … ;)

Ke ujung pulau jawa mencari asa

My Offices, My Vacations September 2nd, 2008

Pada tanggal 16 - 19 Mei 2008 kemarin, pasar tempatku jualan jamu melakukan refreshing ke ujung pulau jawa, tepatnya di Pulau Peucang. Hanya beberapa kilometer dari lokasi anak Gunung Krakatau atau sekitar 3 jam perjalanan dari desa Sumur, desa paling luar yang bisa dijangkau oleh Bus yang mengantarkan kami selama hampir 9 jam perjalanan dari Warung Buncit ke arah sana.

Berikut ini sedikit kenang-kenangan yang berhasil diabadikan oleh para tukang foto keliling saat itu.
(klik pada gambar untuk melihat resolusi yang lebih besar)

008.jpg
dan perjalanan pun dimulai dengan menggunakan alat transportasi ini selama 3 jam

014.jpg
pemandangan indah sepanjang perjalanan ini

015.jpg
termasuk rumah apung ini tersebar merata disana

004.jpg
warna biru dan air sepanjang mata memandang Read the rest of this entry »

20 Jam di Kota Kembang

My Offices, My Vacations August 21st, 2008

Akhir pekan kemarin, tepatnya tanggal 15 Agustus 2008, dua hari menjelang hari ulang tahun proklamasi Republik Indonesia, para penghuni pasar ditempatku jualan mengadakan refreshing tuk melepaskan penat dan lelah. Tujuan kali ini adalah kota yang terkenal dengan julukan Paris van Java, yaitu Bandung.

Berikut ini beberapa moment yang sempat diabadikan oleh fotographer keliling yang ikut didalam rombongan. Klik pada foto untuk melihat resolusi yang lebih besar dan jelas.

001.jpg
Berangkat tepat selepas adzan Isya, rombongan yang terdiri dari 10 orang itu pun langsung melaju ke Rumah Makan Ampera untuk mengisi perut yang mulai keroncongan sebelum memulai perjalanan kali ini.

002.jpg
Tepat pukul 22.00 WIB rombongan pun telah sampai di rumah orang tua Teh Alien yang ada di Jl. Ciateul PLN, tepat di jantung kota Bandung. Ritual wajib para tukang ronda pun dilakukan, ngobrol ngalor-ngidul + makan camilan + main remi + ketawa ngakak sampai pagi. Read the rest of this entry »

Standarisasi

My Offices August 15th, 2008

standarisasi.jpgBeberapa bulan ini, kata standarisasi selalu berngiang-ngiang di sekelilingku. Mulai dari standarisasi penamaan file, standarisasi penamaan variable, standarisasi applikasi, dan berbagai macam standarisasi yang lainnya.

Untung saja tidak termasuk standarisasi cara berpikir dan bertindak. :p

Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari proses standarisasi ini, antara lain :

  • Semakin banyak resource yang bisa terlibat terhadap project
  • Semakin mudah pengelompokan dan penelusuran problem atau masalah yang terjadi
  • Semakin teratur dan terarah suatu proses yang terjadi
  • Pada akhirnya terjadilah penghematan terhadap resource dan budget untuk project yang ada

Sudah standar-kah lingkungan dan diri Anda ?
Apa pendapat Anda tentang proses STANDARISASI itu sendiri, sampai-sampai dikeluarkannya sertifikat ISO dan sejenisnya terhadap hal ini.

Picture tribute to :