6 hari liburan seru di kampung halaman

My 2 cent's January 5th, 2009

pendopo.jpgLiburan panjang akhir tahun ini, aku sekeluarga habiskan dikampung halamanku Ponorogo sana. Liburan yang bertepatan dengan perayaan Grebeg Suro yang dilangsungkan setiap menjelang tanggal 1 Muharram ini, bertepatan pula dengan perayaan tahun baru masehi yang diadakan setiap malam 1 Januari.

Di acara grebeg suro kali ini diikuti lebih dari 20 kontestan yang berasal dari seluruh penjuru nusantara, bahkan kontestan dari Papua pun turut memeriahkan pagelaran reyog pada tahun ini.

Berangkat dari stasiun Gambir bersamaan dengan para umat nasrani yang sedang melaksanakan misa Natal di gedung katedral yang berada tak jauh dari sini, perjalanan kali ini pun berjalan dengan lancar. Menjelang tengah malam kereta Bima yang membawa kami berempat ini telah memasuki stasiun Purwokerto untuk menaikkan penumpang

Aku pun kembali terlelap dikolong kursi karena tempat duduk diatas telah dikuasai oleh dik Pandhu yang tidur malang melintang kesana kemari, sedangkan di tempat duduk yang ada disamping aku lihat ummi dan mbak lia pun telah tertidur juga. Beruntung sekali aku beli tiket untuk 4 tempat duduk kali ini, sehingga mereka pun bisa tidur dengan lelap di kursi masing-masing.

Tepat pukul 4 pagi aku dibangunkan oleh petugas kereta api, yang sore sebelumnya telah aku pesan untuk membangunkan jikalau kereta telah mendekati stasiun Madiun, dimana aku melakukan transit menggunakan taksi untuk mencapai tempat kelahiranku yang masih berjarak 60 km ke arah selatan dari tempat yang terkenal akan Nasi Pecel dan Brem-nya ini.

Adzan subuh seolah-olah menyambut kedatangan kami dikota Ponorogo, tak begitu lama rumah kakung dan uti tampak samar-samar ditengah-tengah gelapnya pagi hari di kota reyog ini. Mereka pun telah menunggu kehadiran kami di teras rumahnya yang asri.

Aku hirup udara pagi yang bersih dan segar ini dalam-dalam. Serasa segar dan nyaman jika dibandingkan dengan rumahku ataupun kantorku yang laksana hutan beton dan gedung bertingkat. Cukup kontras dengan suasana pedesaan yang sedang aku hadapi saat ini.

canon-telephoto-zoom-lenses-retracted.jpgItulah awal mula petualanganku bersama keluargaku selama 6 hari di kota reyog Ponorogo. Koleksi foto-foto liburan kemarin bisa di intip di sana.

Sayangnya beberapa foto dan event tidak berhasil diambil dengan sempurna, itu semua karena keterbatasan waktu yang ada. Sepertinya udah waktunya untuk nabung buat beli si termos putih biar lebih nyaman buat hunting di kegelapan malam ataupun mengambil snapshot dari kejauhan.

Atau mungkin ada yang mau menghibahkan si termos putihnya kepadaku kah ?  ;)

Sejarah Reyog Ponorogo, antara mistis dan seni budaya

My 2 cent's December 24th, 2008

reyog.jpgMelihat gerak yang ditampilkan para pelaku jenis kesenian khas Ponorogo, Jawa Timur, Reyog Ponorogo, terlintas kesan mistis di dalamnya. Reyog, sering diidentikkan dengan dunia hitam, preman atau jagoan. Minuman keras dan juga kendalanya. Tak lepas pula kekuatan supra natural. Barongan mempertontonkan keperkasaan dalam mengangkat dadak berat seberat sekitar 40 kilogram dengan kekuatan gigitan gigi sepanjang pertunjukan berlangsung, seperti yang tertulis disana.

Instrumen pengiringnya, kempul, ketuk, kenong, genggam, ketipung, angklung dan terutama salompret, menyuarakan nada slendro dan pelog yang memunculkan atmosfir mistis, aneh, eksotis sekaligus membangkitkan gairah. Tidak hanya satu versi yang diceritakan asal muasal kesenian Reyog Ponorogo.

Sebuah buku terbitan Pemda Kabupaten Ponorogo pada tahun 1993 menyebutkan, sejarah lahirnya kesenian ini pada saat Raja Brawijaya ke-5 bertahta di Kerajaan Majapahit. Untuk menyindir sang raja yang amat dipengaruhi oleh permaisurinya ini, dibuatlah barongan yang ditunggangi burung merak oleh Ki Ageng Tutu Suryo. Lebih lanjut cerita rakyat yang bersumber dari Babad Jawa menyatakan pada jaman kekuasaan Betoro Katong, penambing yang bernama Ki Ageng Mirah menilai kesenian barongan perlu dilestarikan.

Ki Ageng Mirah lalu membuat cerita legendaris tentang terciptanya Kerajaan Bantar Angin dengan rajanya Kelono Suwandono. Kesenian Reyog ini pertama bernama Singa Barong atau Singa Besar mulai ada pada sekitar tahun saka 900 dan berhubungan dengan kehidupan pengikut agama Hindu Siwa. Masuknya Raden Patah untuk mengembangkan agama Islam disekitar Gunung Wilis termasuk Ponorogo, berpengaruh pada kesenian Reyog ini. Yang lalu beradaptasi dengan adanya Kelono Suwandono dan senjata Pecut Samagini. Read the rest of this entry »

Mitos angka 13 yang dikeramatkan

My 2 cent's December 22nd, 2008

logo amerikaManusia, sebagai makhluk spiritual yang hidupnya selalu dikelilingi oleh berbagai macam kepercayaan, aliran, mitos ataupun agama, selalu berusaha untuk mencoba menghubung-hubungkan sebuah kejadian / hal dengan kejadian / hal lainnya. Salah satunya adalah angka.

Mitos paling populer adalah tentang angka 13, yang konon dipercaya ’si pembawa sial’ dan berbagai macam sebutan miring lainnya. Sampai-sampai di gedung pencakar langit yang pemiliknya mempercayai akan mitos ini pun, dengan sengaja menghilangkan lantai 13, kamar nomor 13 ataupun segala sesuatu yang berbau ataupun mengandung unsur 13.

Konon cerita, mitos ini berawal mula dari ajaran kuno bernama Kaballah yang dirapalkan oleh para penyihir-penyihir tertinggi kuno dijaman Fir’aun, yang kemudian diteruskan dan diwariskan oleh para penyihir, penyulap, peramal dan paranormal, terutama oleh kaum zionis-yahudi yang saat ini dipolitisasi dan berubah menjadi tren baru di kalangan selebritis dunia.

Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah. Di Marseilles, Perancis Selatan, bangsa Yahudi ini membukukan ajaran Kabbalah yang sebelumnya hanya diturunkan lewat lisan dan secara sembunyi-sembunyi. Mereka juga dikenal sebagai kaum yang gemar mengutak-atik angka-angka (numerologi), sehingga mereka dikenal pula sebagai sebagai kaum Geometrian.

Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama-sama dengan angka 11 dan 666. Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke dalamnya. Kartu Tarot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi, jumlahnya 13 (As, 2-9, Jack, Queen, King).

Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13. Dan inilah buktinya:

  • 13 bintang di atas kepala Elang membentuk Bintang David.
  • 13 garis di perisai atau tameng burung.
  • 13 daun zaitun di kaki kanan burung.
  • 13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun.
  • 13 anak panah.
  • 13 bulu di ujung anak panah.
  • 13 huruf yang membentuk kalimat ‘Annuit Coeptis’
  • 13 huruf yang membentuk kalimat ‘E Pluribus Unum’
  • 13 lapisan batu yang membentuk piramida.
  • 13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala Elang.

Read the rest of this entry »

Review akhir tahun 2008

My 2 cent's December 17th, 2008

bs01007_.gifSetelah di awal tahun ini aku membuat posting tentang review 2007 dan rencana 2008, akhirnya sekarang tiba saatnya aku melakukan review akhir tahunan 2008.

Apakah sebanding dan sesuai dengan apa yg aku rencanakan di awal tahun kemarin kah ? Ataukah malah melenceng jauh dari target tahun ini ? Here we go … Let’s go.

Berikut ini beberapa review dan kilas balik dari kehidupanku yang sempat terekam didalam blog ini.

  1. Aktif lagi nulis di blog, dan akhirnya memilih blogdetik daripada layanan lainnya
  2. Akhirnya aktif menggunakan linux dibandingkan windows karena alasan ini
  3. Dapat pinjaman lunak dari Bank DKI dari hasil ngelego sertifikat rumah yg udah lunas
  4. Jalan-jalan ke Makassar karena ada acara BKPRMI
  5. Ngeboyong dik Pandhu kembali ke rumah, setelah sebelumnya aku titipin dirumah orangtuaku (kakungnya) di Ponorogo sana
  6. Ikutan training java yang di sponsori oleh pabrik tempat cari berlian
  7. Registrasi telkomsel-flash untuk koneksi internet dimana saja
  8. Jalan-jalan ke Pulau Peucang, Ujung Kulon dibayarin ama pasar
  9. Langganan Indovision untuk dirumah
  10. Jalan-jalan ke Ciwidey bareng ama temen-temen pasar hanya dalam 20 jam
  11. Jalan-jalan ke Dufan ama temen-temen pasar
  12. Kena virus melukis dengan cahaya dari om idris dan om dika, dan akhirnya beli kamera digital pertamaku
  13. Badai krisis menghantam seluruh dunia, pada saat bersamaan akupun akhirnya pindah dari pasar yg nyaman ke warung kopi di emperan toko ;)
  14. Jalan-jalan ke ciwidey (again), tapi sekarang bareng keluarga full team
  15. Usia pernikahanku tahun ini memasuki umur yang ke-6, lagi lucu-lucunya nih kalo anak kecil

Yap … itu dia beberapa kilas balik dari kehidupanku selama tahun 2008 ini. Ternyata apa yang telah aku rencanakan pada awal tahun yang lalu, dengan kenyataan di akhir tahun ini berbeda jauh sekali. ;) Pada akhirnya, manusia hanya bisa berencana dan berdoa, Allah SWT yang memutuskan.

Bagaimana dengan Anda, Apa saja yang telah Anda capai tahun ini ?

Picture tribute to :