krans_gyldent_stor.jpgPagi ini, di milis alumnus Wikusama (SMK Telkom Sandhy Putra Malang) yang aku ikuti, ada dua buah berita duka cita yang baru bisa aku baca pada siang ini.

Berita pertama datang dari Cak Hilal, kakak kelasku, angkatan ke-2. Dimana Ayahandanya telah berpulang kerahmatullah pada hari sabtu kemarin untuk selama-lamanya, tepat disaat hari pernikahan putra bungsunya. Tawa canda di resepsi pernikahan si bungsu yang seharusnya menjadi kenang-kenangan seumur hidupnya, berubah menjadi tangis duka di saat yang sama. Banyak petuah dan pesan bijak yang telah diterima oleh Cak Hilal dari ayahandanya selama ini, seperti yang ditulisnya disana.

Berita duka yang kedua datang dari adik kelasku angkatan ke-6, yaitu Dik Wahyu HS, yang pada hari Jumat kemarin bersuka cita menyambut kelahiran putranya yang kedua beserta seluruh keluarganya. Tapi, pada hari ini mereka harus merelakan buah hatinya tersebut untuk pergi selama-lamanya dari pelukannya ataupun istrinya. Tawa bahagia yang terjadi beberapa hari yang lalu pun berubah menjadi tangis duka pada hari ini. Akupun seolah-olah ikut merasakan kepedihannya ditinggalkan si buah hati yang belum genap berumur seminggu itu.

Kita sebagai manusia, memang tidak bisa menebak-nebak apa yang akan terjadi esok hari, lusa ataupun yang akan datang. Jangankan meramalkan apa yang akan terjadi tahun depan, mengetahui apa yang akan terjadi satu detik kedepan dari sekarang pun, tidak ada yang tahu. Apakah kita masih akan diberikan umur panjang pada satu detik kedepan, ataukah saat ini adalah detik terakhir kita menghirup udara di dunia yang fana ini. Tiada yang kekal di dunia ini.

Bergunalah untuk lingkungan sekitar sekarang juga, selagi ada kesempatan !

Untuk Cak Hilal sekeluarga dan Dik Wahyu HS sekeluarga, aku sekeluarga mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya. Inna lillahi wa inna ilaihi roojiun. Semua itu akan kembali kepada-Nya.

Mugo-mugo sampeyan sak kabeh-e diparingi ketabahan lan kesabaran sing jembar. Amin.

~speechless …

Picture tribute to : http://www.mestergronn.no/images/images_…


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?




18 Comments to “Tiada yang kekal di dunia ini”

  1.   kw | December 15th, 2008 at 12:36

    turut berduka, semoga yang pergi mendapatkan tempat yang lebih nyaman danyang ditinggalkan tabah.

    pagi ini aku juga mendapat kabar duka, orang yang aku kenal itu sudah pergi juga.

    ngeri… tapi harus gimana lagi?

    yudhiapr : memang mas karmin, makanya kita harus bisa bermanfaat untuk lingkungan sekitar kita sebanyak2nya.
    siapa tahu apa yg kita lakukan saat ini adalah untuk yg terakhir kalinya untuk selama-lamanya. ;)

  2.   winmit | December 15th, 2008 at 14:11

    keduax :)

    Trut berduka cita ya … …

    yudhiapr : makasih mas …

  3.   nina | December 15th, 2008 at 15:28

    Inna lillahi wa inna ilaihi roojiun
    turut berduka cita bwt keluarga2 yg ditinggalkan smoga tabah…

  4.   oedien | December 15th, 2008 at 15:29

    Smoga yang ditinggalkan sabar tabah sehingga damai saat menghadap sang kholiq

  5.   eeta | December 15th, 2008 at 16:22

    Maut adlah rahasia illahi.. Mudah2an qta bisa bermanfaat sebelum ajal menjemput..

    yudhiapr : amin.

  6.   nikorasu | December 15th, 2008 at 18:41

    ikut berbela sungkawa juga … semoga yang di tinggalkan bisa tabah …

  7.   Wongbagoes | December 15th, 2008 at 19:09

    Turut berduka cita Kang…

  8.   dandoenk | December 15th, 2008 at 19:19

    sesungguhnya pada yang demkian itu terdapat pelajaran bagi mereka yang mau berpikir

    moga khusnul khatimah

    yudhiapr : memang, tapi kadang kala manusia lupa akan hal itu, dan lebih mementingkan dunia daripada hari akhirat nanti.

  9.   cyperus | December 16th, 2008 at 03:13

    turut berduka.. angpaunya doa aja ya..

  10.   meiy | December 16th, 2008 at 09:27

    Inna lillahi wa inna ilaihi roojiun.
    walau tak kenal, aku turut berduka. Semuanya pelajaran buat yg hidup bahwa kita adalah fana.

  11.   Istantina | December 16th, 2008 at 11:18

    Ada yg datang, ada yg pergi.. Ada yg tertawa, ada yg menangis.. Ada yg tersenyum, ada yg terkatup.. Terkadang semua hanya ilusi yg bs menipu nurani..

  12.   iman brotoseno | December 16th, 2008 at 12:35

    ya siapa bisa menebak rahasia Tuhan yang begitu misterius tentang hidup dan kematian..

  13.   adams | December 16th, 2008 at 13:06

    turut berduka untuk semuanya

  14.   Anjari Umarjianto | December 16th, 2008 at 13:47

    turut berduka. smg bahagia hidupnya disana :)

  15.   idana | December 16th, 2008 at 14:36

    turut berduka cita ya..semoga tenang disisi Tuhan

  16.   biru | December 16th, 2008 at 15:22

    turut berduka cita…!

  17.   easy | December 16th, 2008 at 16:16

    memang tak ada yang kekal didunia. semua akan kembali pada Sang Pencipta..

    turut berduka cita mas..

  18.   ika | December 17th, 2008 at 09:08

    hidup memang penuh selalu penuh kejutan……. jadi, sudah siapkah untuk terkaget-kaget hari ini? besok? lusa? anytime……..

Leave a Comment