Fanatisme
My 2 cent's November 20th, 2008
Manusia, sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, pastilah akan berinteraksi satu dengan yang lainnya. Dari interaksi dua orang manusia itulah bisa terbentuk sebuah perasaan. Dikala perasaan itu telah membuncah melebihi kemampuan berpikirnya, berubahlah dia menjadi seorang fanatisme.
Sudah banyak contoh yang terjadi di masyarakat, dimana seorang yang sedang jatuh cinta kepada lawan jenisnya, akan rela menghambur-hamburkan tabungan satu-satunya yang direncanakan untuk masa depannya demi sang pujaan hatinya.
Begitupun seorang anak kecil pun akan rela merengek menangis meraung-raung sepanjang hari hanya untuk mendapatkan mainan idaman hatinya.
Tak lupa juga seorang penggemar sepakbola, akan rela berdesak-desakan didalam stadion yang penuh sesak hanya untuk bisa melihat sang pujaannya secara langsung dengan matanya walaupun jaraknya puluhan meter disana.
Siapapun dalam kondisi apapun dan situasi bagaimanapun pasti akan dihadapkan akan sebuah fanatisme, baik itu dalam kadar sedikit, sedang ataupun akut. Kita tidak bisa menolak ataupun menghindarinya, karena itu sudah menjadi kodrat alamiah manusia. Yang bisa kita lakukan adalah memanage dan mengatur kefanatisme kita.
Fanatisme bagus apabila mempunyai sebab dan akibat yang baik bagi kehidupan manusia pada keseluruhannya. Tapi akan berubah menjadi hal yang paling menakutkan dan berbahaya jika mempunyai sebab dan akibat yang buruk.
Seberapa fanatiskah anda ?
Picture tribute to : http://www.longton-elim.org.uk/images/wo…
About

masalahnya mas…
buruk dan baik itu bagi siapa?
Ya emang begitu, orang fanatis itu pasti ada kepentingannya, baik kepentingan duniawi maupun akhirati. Kadang-kadang fanatisme disebabkan oleh ego atau harga diri yang tersulut.
Bener kata Mbah Kw, ego dan harga diri itu yang tidak gampang diukur baik dan buruknya. Buruk dan baik bagi siapa?
Memang beda fanatis ama fanabis… hehehe…
beratnya kemana? itulah fanatisme
hehehe