Tiga kunci utama fotografi

24 Sep 2008

dslr-manual-header.jpgBegitu banyak tips & trick serta teori-teori yang beredar di belantara internet maupun tercetak di berbagai macam literatur ataupun buku-buku untuk bisa menghasilkan foto yang ‘wow’ dimata siapa saja. Dari sekian banyak artikel dan tips yang ada tersebut, ada tiga faktor kunci yang harus diperhatikan oleh siapapun yang ingin mahir didalam dunia fotografi.

Ketiga faktor utama tersebut adalah :

  1. Jarak (fokus) berfungsi untuk menentukan antara obyek yang akan difoto dengan titik fokus lensa menjadi sama, sehingga momentum yang akan diabadikan menjadi jelas dan tidak blur. Untuk setting fokus di kamera SLR biasanya dengan memutar ring fokus yang ada di lensa bagian depan.
  2. Diafragma (aperture) seringkali disebut juga dengan lubang lensa berfungsi membatasi cahaya yang masuk kedalam proses pengambilan foto. Semakin terang cahaya, maka semakin kecil lubang lensa yang dibutuhkan (dalam hal ini semakin besar nilai dari apperture yang harus kita set dikamera), semakin sedikit cahaya yang ada, maka semakin besar apperture yang harus dibutuhkan. Untuk setting aperture priority secara manual biasanya diberi tanda Av (lihat gambar)
    Contoh : setting aperture pada f/2 berarti membuka diafragma lebih lebar jika dibandingkan dengan setting f/5,6
  3. Kecepatan (shutter speed) berfungsi untuk mengambil foto yang obyeknya bergerak, semakin cepat obyek tersebut bergerak, maka semakin kecil nilai shutter speed yang harus kita set. Untuk setting shutter priority secara manual biasanya diberi tanda Tv (lihat gambar)
    Contoh : setting shutter pada 1/200 adalah lebih cepat jika dibandingkan dengan setting shutter speed pada 1/4 ataupun 2″.

Keahlian didalam dunia fotografi pada intinya adalah kombinasi dari keahlian didalam mensinkronkan ketiga hal diatas secara refleks dan fleksibel mengikuti event yang sedang berlangsung. Tidak jarang kadangkala dibumbui dengan efek-efek dan teknis-teknis lainnya guna memanipulasi ketiga faktor utama diatas jika tidak memungkinkan dalam kondisi yang ideal.

Misalnya dengan cara menambahkan lampu flash tambahan untuk mengatasi minim-nya cahaya yang memapar obyek yang hendak diabadikan, tripod / monopod untuk mengatasi guncangan atau mengabadikan momentum dengan kecepatan super lambat, jenis-jenis lensa untuk menjangkau tempat-tempat yang berbahaya untuk dijangkau dengan jarak dekat, setting ISO dan lain sebagainya.

Semoga informasi diatas bisa berguna buat kita semuanya didalam memperdalam ilmu di dunia fotografi ini.
Mohon bimbingannya apabila ada yg salah, maklum masih belajar motrek nih… hehehe … ;)

Source : detikForum
Picture tribute to : http://cache.lifehacker.com/assets/resources/2007/11/dslr-manual-header.jpg


TAGS


-

Author

Search

Recent Post