The Rule of Thirds, komposisi layout fotografi

My Photography September 26th, 2008

rivertree_thirds_md.gifPada saat kamera sudah ditangan, obyek didepan mata, maka naluri seorang fotografi pun harus peka terhadap setiap momentum yang bisa terjadi setiap saat.

Tapi apalah artinya itu semua, apabila hasil foto yang berhasil diabadikan dengan cahaya itu diluar dari harapan ataupun selera para pemirsanya ?

Oleh sebab itu terlahirlah sebuah acuan yang hampir bisa dipastikan akan menghasilkan foto sebuah momentum secara luar biasa dimata semua orang.

Tips-nya cukup singkat dan sederhana, siapapun bisa meng-aplikasikannya. Tidak diperlukan kamera DSLR nan begitu mahal seharga sepeda motor merk ternama, ataupun gelar sarjana fotografi untuk mengikuti tips dibawah ini.

Yang diperlukan hanyalah keberanian serta kegigihan untuk terus belajar dan mencobanya terhadap setiap kesempatan yang ada.

Tips itu adalah ‘The Rule of Thirds’, yang mempunyai arti secara sederhana : bagaimana kita meletakkan sebuah obyek utama didalam frame foto yang kita ambil.

Sebenarnya ini bukan aturan baku ataupun utama didalam dunia fotografi, tapi ini hanyalah sekedar sebuah panduan untuk mendapatkan foto yang ‘lebih pas’ komposisinya didalam frame foto yang ada.

Seperti yang tertulis disana, definisi Rule of thirds ini disederhanakan menjadi “Apabila memungkinkan, letakkan obyek utama foto Anda pada sepertiga jarak dari tepi ‘frame foto’ Anda. Terserah apakah itu 1/3 dari frame sebelah kiri, atas, bawah, kanan maupun kombinasi diantara keduanya (1/3 dari pojok kanan atas)”.

Yap, untuk teori sepertinya sudah cukup, sekarang kita langsung ke praktek. Karena dengan praktek, maka sesulit apapun teori yang ada akan terlihat ‘mudah’ dalam sekejap. Fasten your seatbelt, please .. ;) Read the rest of this entry »

Tiga kunci utama fotografi

My Photography September 24th, 2008

dslr-manual-header.jpgBegitu banyak tips & trick serta teori-teori yang beredar di belantara internet maupun tercetak di berbagai macam literatur ataupun buku-buku untuk bisa menghasilkan foto yang ‘wow’ dimata siapa saja. Dari sekian banyak artikel dan tips yang ada tersebut, ada tiga faktor kunci yang harus diperhatikan oleh siapapun yang ingin mahir didalam dunia fotografi.

Ketiga faktor utama tersebut adalah :

  1. Jarak (fokus) berfungsi untuk menentukan antara obyek yang akan difoto dengan titik fokus lensa menjadi sama, sehingga momentum yang akan diabadikan menjadi jelas dan tidak blur. Untuk setting fokus di kamera SLR biasanya dengan memutar ring fokus yang ada di lensa bagian depan.
  2. Diafragma (aperture) seringkali disebut juga dengan lubang lensa berfungsi membatasi cahaya yang masuk kedalam proses pengambilan foto. Semakin terang cahaya, maka semakin kecil lubang lensa yang dibutuhkan (dalam hal ini semakin besar nilai dari apperture yang harus kita set dikamera), semakin sedikit cahaya yang ada, maka semakin besar apperture yang harus dibutuhkan. Untuk setting aperture priority secara manual biasanya diberi tanda Av (lihat gambar)
    Contoh : setting aperture pada f/2 berarti membuka diafragma lebih lebar jika dibandingkan dengan setting f/5,6
  3. Kecepatan (shutter speed) berfungsi untuk mengambil foto yang obyeknya bergerak, semakin cepat obyek tersebut bergerak, maka semakin kecil nilai shutter speed yang harus kita set. Untuk setting shutter priority secara manual biasanya diberi tanda Tv (lihat gambar)
    Contoh : setting shutter pada 1/200 adalah lebih cepat jika dibandingkan dengan setting shutter speed pada 1/4 ataupun 2″.

Keahlian didalam dunia fotografi pada intinya adalah kombinasi dari keahlian didalam mensinkronkan ketiga hal diatas secara refleks dan fleksibel mengikuti event yang sedang berlangsung. Tidak jarang kadangkala dibumbui dengan efek-efek dan teknis-teknis lainnya guna memanipulasi ketiga faktor utama diatas jika tidak memungkinkan dalam kondisi yang ideal.

Misalnya dengan cara menambahkan lampu flash tambahan untuk mengatasi minim-nya cahaya yang memapar obyek yang hendak diabadikan, tripod / monopod untuk mengatasi guncangan atau mengabadikan momentum dengan kecepatan super lambat, jenis-jenis lensa untuk menjangkau tempat-tempat yang berbahaya untuk dijangkau dengan jarak dekat, setting ISO dan lain sebagainya.

Semoga informasi diatas bisa berguna buat kita semuanya didalam memperdalam ilmu di dunia fotografi ini.
Mohon bimbingannya apabila ada yg salah, maklum masih belajar motrek nih… hehehe … ;)

Source : detikForum
Picture tribute to : 

Tips memilih dan membeli kamera digital

My Photography September 23rd, 2008

casio-exilim-zoom-ex-z9-compact-digital-camera.jpgBegitu banyak dan ragam kamera-kamera digital yang beredar saat ini. Mulai dari kamera digital pocket yang seharga 1 juta-an saja, hingga kamera DSLR yang berhaga puluhan juta rupiah pun ada tinggal di pilih sesuai dengan selera, kebutuhan dan tentu saja budget yang ada. Dan jangan lupa, kamera digital terbaik milik rekan anda belum pasti sama dengan pilihan terbaik anda.

Pertama-tama yang perlu dijawab adalah digunakan untuk apa membeli kamera digital tersebut ? Apakah untuk mengambil foto keluarga saat liburan ? ataukah Anda merencanakan untuk menjadi tukang foto profesional ? Jawaban diatas akan sangat menolong anda untuk mempersempit kriteria pilihan anda.

Berikut ini tips-tips yang berhasil aku himpun dari berbagai website yang memberikan kepada kita semua tips dan trick didalam memilih dan membeli kamera digital idam-idaman. Read the rest of this entry »

Tipe-tipe lensa kamera SLR

My Photography September 22nd, 2008

Salah satu kelebihan dari kamera Single Lens Reflex (SLR)  baik yg konvensional (film) maupun yang digital (DSLR) adalah mudahnya kita mengganti lensa standard (kit) bawaan dari pabrik dengan lensa-lensa yang lainnya sesuai dengan selera ataupun kebutuhan. Itu sebabnya kenapa aku memilih kamera DSLR Canon KISS F (EOS 1000D) sebagai kamera digital pertamaku dibandingkan dengan membeli kamera pocket biasa / prosumer sekalipun. :D

Apa saja tipe-tipe lensa yang ada di pasaran yang biasa digunakan untuk ‘menulis dengan cahaya’ itu ? Berikut ini list daftar selengkapnya.
canon1_02l.jpg

Lensa Normal
Lensa ini adalah lensa yang menghasilkan gambar dengan perspektif lebih natural jika dibandingkan dengan lensa jenis lain. Sebuah lensa dikategorikan sebagai lensa normal jika memiliki focal length yang setara dengan diagonal gambar yang diproyeksikan didalam sensor kamera.
Pada format 35mm, dimensi gambar yang diproyeksikan kedalam kamera adalah 36 mm x 24 mm (panjang x lebar), sehingga diagonal gambar tersebut adalah 43,27 mm atau setara dengan 50 mm. Lensa ini juga dikategorikan sebagai lensa primer karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain :

  1. Memiliki bukaan diafragma maksimum yang lebih besar daripada lensa lain, seperti f.2, f:1,8 atau bahkan f1,2 sehingga dapat digunakan untuk memotret pada kondisi minim cahaya.
  2. Dapat menghasilkan gambar yang lebih kaya warna. Hal ini dimungkinkan karena dengan adanya bukaan diafragma yang maksimum, kamera dapat merekam lebih banyak cahaya.

Read the rest of this entry »