Berteriaklah sepuasnya di Dufan

My Vacations August 29th, 2008

Hari kamis kemarin, pasar tempatku jualan jamu mengadakan acara mini Family Gathering di Dufan, Ancol. Sengaja dipilih waktu disaat orang lain sedang disibukkan oleh rutinitas sehari-hari mereka didalam ruangan kantor, kami pun berteriak dengan lepas disana.

Berikut ini beberapa event yang sempat diabadikan oleh para tukang foto keliling, yaitu dika, idris dan kw.
(klik pada foto untuk melihat versi lebih besarnya)

014.jpg

Sebelum perjalanan kita pun berdoa yang dipimpin oleh akangaziz

015.jpg

sesampai disana, para penjual kacamata dan topi pun menyerbu rombongan

016.jpg

Selasar dengan umbul-umbul merah putih menyambut kedatangan siapa saja

Read the rest of this entry »

Marhabban ya Ramadhan …

My Family August 28th, 2008

dsc00844.jpgTidak terasa, beberapa hari lagi kita telah memasuki bulan yang penuh berkah, penuh maghfirah dan juga penuh dengan rahmah, yaitu bulan Ramadhan. Konon semua syaithon akan ‘dibelenggu’ sebulan penuh, semua pintu-pintu surga dibuka serta segala macam doa akan dikabulkan dengan sesegera. Teramat sayang sekali, apabila kita lewatkan begitu saja.

Sama halnya dengan dik Pandhu, dia pun tak mau ketinggalan untuk menyambut bulan yang dinanti-nantikan oleh seluruh umat Muslim seluruh dunia ini. Sebuah songkok hitam dan sarung kotak-kotak aku belikan akhir pekan kemarin, dan semenjak itu pulalah dia selalu memakainya ketika aku dan ummi sholat berjamaah.

Cepat besar ya nak ..

Maaf, tiket telah habis mas ..

My 2 cent's August 27th, 2008

dsc00859.jpgItulah kalimat yang terlontar dari petugas penjual tiket di Reservasi Gambir yang berseberangan dengan Dunkin Donut pagi ini. Aku sengaja datang agak pagi untuk ukuran kebiasaan berangkat kerja, tujuannya hanya satu, yaitu untuk mendapatkan tiket KA keberangkatan tanggal 26 September 2008, untuk mudik ke kampung halamanku yang ada di Ponorogo sana.

Tapi apa daya, sindikat percaloan yang telah menggurita didalam tubuh KAI, baik yang secara resmi lewat biro ataupun agen-agen penjualan tiket ataupun yang tidak resmi yang dijualkan dari mulut ke mulut, tiket kereta untuk 240 tempat duduk (asumsi didalam 1 gerbong ada 30 kursi, dan satu rangkaian ada 8 gerbong) ludes terjual hanya dalam tempo kurang dari 5 menit !! HEBAT !!

Akhirnya rencana mudik pun dimajukan dari jadwal semula, form cuti pun segera aku ajukan ke pihak managemen pasar siang ini juga. Alhamdulillah cutiku disetujui, tapi dengan catatan, tanggal 6 Oktober harus sudah ada di Jakarta. Mantab.

Saldo tabungan yang tidak seberapa pun segera aku atur ulang lagi, untuk ritual tahunan yang telah aku alami sejak tahun 1999 silam, saat pertama kuinjakkan kaki ini ke ibukota negara Indonesia, yang kata sebagian orang lebih kejam dari ibu tiri.

Mudik, seberapa pentingkah  ?

Cepet sembuh ya mbak …

My Family August 26th, 2008

dsc00887.jpgEntah makanan apa yang masuk pada sistem pencernaan mbak Dahlia pada akhir pekan kemarin, alih-alih muntah-muntah pun dialami si embak yang pada bulan September nanti genap berumur 5 thn sejak sabtu malam hingga dilanjut hari minggu paginya. Rencana untuk menghadiri acara family gathering yang dilakukan di daerah cijantung oleh pabrik tempat ummi jualan jamu pun gagal total. Rombongan pun langsung beralih haluan ke RS Hermina yang ada di kompleks Perumahan Yasmin Bogor, 10 km dari rumah jaraknya.

Hasil diagnosa dokter pun terdektesi adanya racun dan kelebihan asam yang ada di lambung si mbak, yang mengakibatkan segala jenis makanan yang dimasukkan tidak perlu menunggu waktu berganti jam telah dikeluarkan kembali lewat dimana dia dimasukkan beberapa saat sebelumnya tadi. Lambung si mbak harus dikuras ! itu keputusan final dari Dokter Faisal dengan lirih.

Segala prosesi pun segera aku lalui, mulai mengisi berlembar-lembar form yang hampir semuanya bisa diperoleh dari satu lembar foto kopi KTP ku, tapi hal itu tetap harus aku lalui karena prosedur mengharuskan aku menulis sebegitu banyak isian yang ada dan tidak bisa digantikan dengan memberikan satu lembar foto kopi KTP saja dan tanda tangan saja, sungguh prosedur yang menyusahkan yang menghabiskan hampir 30 menit secara cuma-cuma.

Akhirnya sejak hari Minggu kemarin si mbak pun harus menjalani rawat inap di sebuah ruangan yang masih sangat asing bagi dirinya, walaupun sebenarnya pada waktu dia lahir dulu pernah dia alami sewaktu menghirup udara pertama kalinya. Segala jenis aksesoris pesakitan pun disematkan ditubuhnya, mulai dari jarum infus di tangan kiri, baju pasien menggantikan baju barbie dan celana jeans-nya, dan obat-obatan pun menggantikan sarapan paginya.

Cepat sembuh ya mbak …