dsc00718.jpgPagi hari ini, ada sebuah pemandangan baru di Stasiun Pasar Minggu. Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Jabotabek dimana setiap harinya aku singgahi untuk berangkat ke pasar tempatku cari segenggam berlian. Pemandangan baru apakah itu ?

Yap betul, seperti dari foto yang ada sempat aku abadikan disamping ini, Stasiun Pasar Minggu pagi hari ini terasa lebih lapang daripada hari-hari biasanya. Semua pedagang asongan ‘pada lenyap’ dari peron stasiun Pasar Minggu.

Kemanakah mereka semua perginya ?
Apa yang telah terjadi di Stasiun Pasar Minggu pada hari libur kemarin ?
Setelah aku coba cari informasi ke petugas penjaga peron karcis, akhirnya aku dapatkan informasi bahwa pada malam sebelumnya telah terjadi penggusuran terhadap semua pedagang asongan, pedagang gorengan, penjual indomie, penjual aneka macam pakaian, bahkan sampai penjual buku bekas langgananku pun tidak luput dari penggusuran itu.

Berarti benar kata si ibuk penjual gorengan dimana aku setiap malam selalu mampir walau hanya sekedar buat beli air mineral dan numpang duduk sambil menunggu kedatangan kereta yang kata bang iwan fals “terlambat dua jam itu soal biasa” beberapa hari yang lalu. Dimana ada akan ada ancaman aturan baru dimana pada bulan Mei nanti, akan dilakukan sterilisasi stasiun.

Sungguh kasihan sekali nasib para pedagang asongan itu. Dimana semakin susahnya mencari lapangan pekerjaan formal di negeri yang konon para pejabat-pejabatnya bergelimangan harta, tapi berbanding terbalik dengan para penghuni kolong jembatan, bantaran sungai, pinggir rel kereta ataupun di lahan-lahan kosong yang tidak terpakai.

Ironis sekali, disaat seluruh dunia sedang memperingati “May Day” pada tanggal 1 Mei kemarin, disaat hari ini, 2 Mei seluruh instansi pendidikan sedang memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap tahunnya, tetapi yang terjadi di Stasiun Pasar Minggu, dan mungkin juga stasiun-stasiun lainnya yang ada di Jabotabek (mungkin seluruh negeri ini ?), telah terjadi ‘penghilangan‘ sumber mata pencaharian secara besar-besaran.

Konon cerita mereka para pengusaha kecil  inipun setiap hari dan bulannya telah dipalak ditarik iuran oleh oknum pegawai PT KA dan preman-preman yang ada disekitar mereka.

Benar-benar ironis sekali …
Begitulah nasib para kaum marginal yang akhir-akhir ini semakin meningkat saja jumlahnya.





7 Comments to “Hari Bebas Asongan”

  1.   Ghatel | May 3rd, 2008 at 12:10

    menggusur tanpa sosialisasi sama saja kerja yang sia2, dijamin korban gusur akan kembali, seharusnya pemerintah setelah menggusur memperhatikan nasib mereka, mengarahkan, atau memindahkan ke tempat yang sesuai, jangan setelah digusur di diamkan saja tanpa ganti rugi dsb, ya sama aja boong….

  2.   adams | May 3rd, 2008 at 20:03

    mari kita buka lapangan kerja, meskipun kecil tapi kita membantu mereka :)

  3.   emiy | May 5th, 2008 at 16:27

    yudhi, oot ga pa2 ya…
    thx bgt yach dah leave a comment 2 my blog.
    btw, ur blog is very good (kok kaya’ iklan so good..ups)
    kasih tutor dunks ke saya…gimana biar bisa bikin blog kuereeennn kaya’ genee…
    BERSEDIA KHAN…??? huehehe…nodong bgt siy…

  4.   kw | May 7th, 2008 at 11:07

    pemerintah itu emang sialan. plin plan tidak tegas. para pedagang salah, mungkin. cuman kenapa lapak-lapak itu di sewakan. kenapa tidak dari awal oknum itu di ciduk, digorok lehernya dan di pajang di kantor walikota?

  5.   NaSHeR | May 8th, 2008 at 16:06

    setuju ama ghatel
    :lol:

  6.   Anjari Umarjianto | May 9th, 2008 at 10:11

    karena bukan ahli asongan, lebih baik no comment deh. bos yudi makin mantabsss!!

  7.   yudhiapr | May 13th, 2008 at 12:56

    info saja, saat ini, para pedagang yang ada di pasar minggu telah kembali ‘menguasai’ peron-peron yang ada, terutama diwaktu malam hari. walaupun tidak dalam lapak yang permanen seperti sebelumnya, tapi yg jelas peron di stasiun pasar minggu kalo malam hari saat ini lebih krudit dan kacau kondisinya.

    karena telah terjadi simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan, antara : pedagang, oknum pegawai KAI, preman pasar minggu dan penumpang yang kelaparan mencari makanan kecil/ringan.

    jadi ternyata penggusuran kemarin itu cuman hangat-hangat tai ayam doank. :D

Leave a Comment