Hari Bebas Asongan

2 May 2008

dsc00718.jpgPagi hari ini, ada sebuah pemandangan baru di Stasiun Pasar Minggu. Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Jabotabek dimana setiap harinya aku singgahi untuk berangkat ke pasar tempatku cari segenggam berlian. Pemandangan baru apakah itu ?

Yap betul, seperti dari foto yang ada sempat aku abadikan disamping ini, Stasiun Pasar Minggu pagi hari ini terasa lebih lapang daripada hari-hari biasanya. Semua pedagang asongan ‘pada lenyap’ dari peron stasiun Pasar Minggu.

Kemanakah mereka semua perginya ?
Apa yang telah terjadi di Stasiun Pasar Minggu pada hari libur kemarin ?
Setelah aku coba cari informasi ke petugas penjaga peron karcis, akhirnya aku dapatkan informasi bahwa pada malam sebelumnya telah terjadi penggusuran terhadap semua pedagang asongan, pedagang gorengan, penjual indomie, penjual aneka macam pakaian, bahkan sampai penjual buku bekas langgananku pun tidak luput dari penggusuran itu.

Berarti benar kata si ibuk penjual gorengan dimana aku setiap malam selalu mampir walau hanya sekedar buat beli air mineral dan numpang duduk sambil menunggu kedatangan kereta yang kata bang iwan fals “terlambat dua jam itu soal biasa” beberapa hari yang lalu. Dimana ada akan ada ancaman aturan baru dimana pada bulan Mei nanti, akan dilakukan sterilisasi stasiun.

Sungguh kasihan sekali nasib para pedagang asongan itu. Dimana semakin susahnya mencari lapangan pekerjaan formal di negeri yang konon para pejabat-pejabatnya bergelimangan harta, tapi berbanding terbalik dengan para penghuni kolong jembatan, bantaran sungai, pinggir rel kereta ataupun di lahan-lahan kosong yang tidak terpakai.

Ironis sekali, disaat seluruh dunia sedang memperingati “May Day” pada tanggal 1 Mei kemarin, disaat hari ini, 2 Mei seluruh instansi pendidikan sedang memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap tahunnya, tetapi yang terjadi di Stasiun Pasar Minggu, dan mungkin juga stasiun-stasiun lainnya yang ada di Jabotabek (mungkin seluruh negeri ini ?), telah terjadi ‘penghilangan‘ sumber mata pencahariansecarabesar-besaran.

Konon cerita merekaparapengusahakecilinipun setiap hari dan bulannya telah dipalak ditarik iuran oleh oknum pegawai PT KA dan preman-preman yang ada disekitar mereka.

Benar-benarironissekali…
Begitulah nasib para kaum marginal yang akhir-akhir ini semakin meningkat saja jumlahnya.


TAGS penggusuran asongan pt ka pasar minggu


-

Author

Search

Recent Post