Stasiun Cilebut yang kian “Cantik”

25 Apr 2008

3e99.jpgPagi ini, seperti biasa aku berangkat berboncengan dengan Ummiku dengan karisma biruku yg dengan setia mengantar jemput hingga ke Stasiun Cilebut. Setelah memarkirkan motor disalah satu penitipan motor yg mulai menjamur disekitar Stasiun Cilebut, kamipun langsung menuju ke peron Stasiun yang kian penuh sesak dengan aneka macam pernak-pernik yang seharusnya tidak ada di areal peron tersebut.

StasiunCilebut yang terletak disebelah utara kota Bogor dan sebelah selatan kota BojongGede tepatnya 5 km kearah utara dari Warung Jambu (kebon pedes), atau 10 km kearah selatan dari Pemda Cibinong ini merupakan salah satu stasiun pendukung kota Bogor.Itusemua dikarenakan banyaknya perumahan yang ada disekelilingnya, mulai dari Perumahan Cipto (PWI), Perumahan Cilebut Bumi Pertiwi, Perumahan Taman Sari Persada, Perumahan Cimanggu, hingga berbagai macam perumahan-perumahan yang masih dalam bentuk kavling seperti halnya Pesona Cilebut, Griya Cilebut ataupun yang lainnya.

Maka tidaklah heran, Stasiun Cilebut inipun mempunyai berbagai macam pernak-pernik dimana hampir semua kebutuhan manusia berkumpul ada disana, didalam area yang hanya berukuran 10 x 10 meter ini, peron Stasiun Cilebut pun tak ubahnya sebuah hipermarket yang lengkap. Coba Anda bayangkan sendiri, aneka jenis lapak yg ada dibawah ini bersatu padu dengan harmonis disebuah ruangan berukuran tidak lebih dari 100 meter persegi ini, dan para calon penumpang pun harus berjibaku berkelit kesana sini supaya tidak menginjak kaki ataupun menyenggol barang dagangan orang-orang yang konon dikenakan tarif sewa harian oleh oknum pegawai Stasiun Cilebut itu. ckckckck .. ini loket penjualan tiket KRL ataukah pasarkaget sih ? :p

Apa sajakah pernak-pernikyangadadisekelilingLoketpenjualantiketdiStasiunCilebut itu ?

  • Dealer sepeda motor yang menempati bekas wartel, yang menyediakan fasilitas kredit dengan DP murah meriah
  • Penjual kue yang ada disamping loket penjualan yang dengan senyuman khas-nya menjajakan aneka macam jajanan pasar yg dia taruh di etalasenya
  • Konter pulsa isi ulang yg ada tepat disamping dealer sepeda motor tadi
  • Beberapa pengemis yang dengan setia menengadahkan mangkuk plastiknya tepat dibawah penjual loket utama, salah satunya berada di kursi roda, sedangkan yang lainya adalah nenek-nenek
  • Reparasi Arloji jam yang pagi ini sudah mulai bersiap-siap untuk membuka lapaknya tepat diseberang penjual kue tadi
  • Penjual Es Dawet dari Banjarnegara, yang mulai membuka lapaknya siang hari menjelang duhur nanti
  • Penjual aneka macam sepatu, mulai dari yg berbahan kulit, kain maupun plastik
  • Penjual aneka macam gorengan, mulai dari tempe, tahu, bala-bala, cimol, risoles isi bihun, dll
  • Satu buah kotak besi yang berdiri dengan kokoh diantara pintu masuk ke arah peron, konon katanya akan dijadikan sebagai loket karcis yang baru
  • Aneka macam penjual asongan, mulai dari aneka macam minuman, aneka macam rokok, dan juga aneka macam koran harian / tabloid pun ikut memeriahkan suasana pagi ini
  • Tak lupapula beberapa petugas penjaga pintu masuk yang dengan pakaian gagah berani layaknya seorang tentara berbaris dengan rapi di samping kanan kiri pintu peron layaknya pagar ayu / pagar bagus disebuah acara kondangan manten (pernikahan)
  • Dan diluar sana pun terdengar riuh rendah para tukang ojek dan timer angkot yg menawarkan jasanya memperlengkap simfoni pagi ini.

Dari kejauhan aku juga melihat aneka macam lubang yang menganga dengan lebar sepanjang stasiun ini mulai dari pertigaan yang ke arah pesona cilebut yang ada di selatan sana hingga tepat didepan penitipan sepeda motor milih ‘Abah’ yang ada di samping Rumah makan padang disebelah utara sana hampir sepanjang 500 meter aneka lubang yang menganga, mulai dari yang kecil, hingga sampai kedalaman lutut orang dewasa pun ada disana. Kita tinggal memilih akan jatuh disebelah manakah nantinya.

Itulah wajah dari Stasiun Cilebut di pagi hari ini, Jumat 25 April 2008. Empat hari setelah hari lahirnya ibu Kartini, tiga hari setelah hari bumi, dan satu hari sebelum hari lahirnya Sarikata.com, situs Kumpulan Intisari Cerita Indonesia.

Kapankah Stasiun Cilebut benar-benar akan cantik dan mulus layaknya seorang gadis yang cantik dan memukau siapa saja yang melihatnya ?
Pemilihan Langsung Kepala Desa telah berlalu, Pemilihan Langsung Gubernur Jawa Barat pun juga telah usai. SekarangwargaCilebutdansekitarnya sedang menyambut Pemilihan Langsung Bupati Bogor, apakah harus menunggu sampai dengan Pemilihan Presiden di tahun 2009 kah ? Apakah janji-janji semasa kampanye dulu akan terealisasikan sampai ke kota Cilebut yang konon kata orang dulunya sebagai tempat “jin buang anak” ini ?

Wallahu’alam bisawab. ;)

Picturetributeto:http://groups.yahoo.com/group/cilebut-city/


TAGS stasiun cilebut amburadul jalan berlubang berantakan


-

Author

Search

Recent Post