Benar !! ini tidak mengada-ada ataupun sedang bergosip-ria. Apalagi setelah crosscheck ke artikel disebelah sana, ternyata sewa hutan di Indonesia taripnya hanya Rp 56,64 (lima puluh koma enam empat rupiah) saja !
Ah yg bener loe, Mana buktinya ??

  1. Berdasarkan informasi PP No 2 / 2008 yang bisa didownload disini
  2. Pada file penjelasan pasal-demi-pasal yang mulai dari halaman 6 file pdf tersebut, dijelaskan : untuk luas wilayah 50.000 ha (hektar are) dikenakan biaya Rp 28.320.000.000,-
  3. Kalau kita merujuk jikalau 1 ha = 10.000 meter persegi maka point no 2 diatas bisa kita konversi menjadi 50.000 ha x 10.000 = 500.000.000 meter persegi
  4. Dari point 3 bisa kita coba definisikan ulang point 2 diatas menjadi : untuk luas wilayah 500.000.000 meter persegi dikenakan biaya Rp 28.320.000.000,-
  5. Kita gunakan kalkulator untuk mengetahui sewa per meter perseginya, Rp 28.320.000.000 dibagi 500.000.000 meter persegi = Rp 56,64 / meter persegi saja !!

pohon.jpgWow kerenn …. murah amirrrrrrr booo ..
Maka jangan heran apabila hutan-hutan yang ada di negeri Indonesia yang konon menjadi paru-paru dunia ini, akan semakin menipis dan menghilang. Karena ‘harga sewa‘nya ngga lebih dari harga satu batang rokok saja per meter perseginya. Ironis sekali !!

Parahnya lagi, hitung-hitungan dari PP 2 / 2008 tersebut diatas berlaku mulai dari tahun 2006 - 2036.

“Bye-bye my beautiful forrest … ”

Picture tribute to : http://www.freefoto.com/images/15/19/15_19_8—Tree–Northumberland_web.jpg 


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?




9 Comments to “Sewa hutan hanya Rp 56,64 / m2 saja”

  1.   dencow | April 23rd, 2008 at 18:18

    Bro,
    Quote “Parahnya lagi, hitung-hitungan dari PP 2 / 2008 tersebut diatas berlaku mulai dari tahun 2006 - 2036.”

    bukannya tahun 2008?
    CMIIW

  2.   yudhiapr | April 24th, 2008 at 09:48

    @dencow : itu yang tertulis di PP 2/2008 kok. Silahkan dicek di page 7 (ayat 2 point a). berarti ini peraturan dibuat setelah hutan kita ‘dibabat’ selama 2 thn tanpa aturan yg jelas .. ckckckck .. itulah Indonesia. ;)

  3.   Ghatel | April 24th, 2008 at 12:17

    dasar indonesia…. lama2 ndak ada hutan lagi di indonesia ini, pasti gampang kerendem deh negaraku ini :D

  4.   Ndoro Seten | April 24th, 2008 at 13:55

    kelihatannya murah…
    tapi kok yang bisa nyewa juga hanya orang-orang konglomerat berduit ya?

  5.   adams | April 24th, 2008 at 21:37

    waduh waduh waduh…
    psuing saya…

  6.   ritz | April 25th, 2008 at 10:07

    tp apakah dengan sewa kui wis iso eksploitasi hasil hutan?
    wah lak iyo kukut kiy anak cucu kentekan alas cz suwe banged masa berlakune itung2an kui ampe 2036, dadi opo alas indonesa iki? hiks

  7.   yudhiapr | April 25th, 2008 at 10:42

    ritz : orang sewa hutan itu tentu saja buat di eksploitasi donk om, emangnya sewa hutan mo dipake buat kost2an / rumah petak ?? :p

    liat aja pasal per pasalnya, kalo untuk ditambang harganya sekian, kalo untuk dibabat habis harganya sekian rupiah, dll. semuanya lengkap di bagian penjelasan pasal demi pasalnya.

    untuk anak cucu ? so what gitu loch .. emangnya mereka-mereka yang membuat undang-undang itu pada mikirin anak cucu orang lain kah ? yang penting khan anak cucu mereka bergelimangan harta to .. ;)

  8.   NolaB | April 25th, 2008 at 11:22

    hmm…mayan lah…
    masih cukup banyak waktu untuk segera marekne sekulah trus rabi trus boyongan nang Belanda…
    petinggi petinggi saiki ikiy jian gak mesakne pejuang2 sing ndisik nguotot njengking njungkir mleding gawe merdekakno Indonesia…
    puuuhhh…

  9.   banteng liar | January 3rd, 2011 at 11:30

    Manusia semakin serakah, semuanya pengen ditelan. kalau begitu kita baru sadar bahwa manusia lebih rakus dari binatang. Indonesia yg kaya raya dijadikan TUMPENG BANCA’AN…

Leave a Comment