Odong-odong

15 Apr 2008

dsc00698.jpgPermainan anak-anak yang tiap sore selalu memutari komplek perumahanku ini sekarang menjadi langganan tetap halaman depan rumahku. Apa sebab ? Karena dengan kehadiran dik Pandhu sejak awal bulan April kemarinlah penyebabnya.

Dik Pandhu sangat suka dengan permainan yang pada awalnya dahulu merupakan modifikasi dari becak, yang dikasih kuda-kudaan kayu, kemudian sampai saat ini pun telah berevolusi hingga menjadi berbagai macam bentuk dan ragamnya. Mulai dari yang model boneka dengan lapisan bludru yang halus, hingga aneka jenis permainan robot-robotan ataupun tokoh kartun yang lagi ngetrend pun tidak luput untuk nangkring diatas odong-odong tersebut. Ada yang gerakannya berputar, enjot-enjotan ataupun seperti kincir air keatas pun juga ada. Memang kreatifitas pembuat odong-odong pun tidak ada matinya. ;)

Dengan tarip rata-rata Rp 1.000,- untuk satu buah lagu (kira-kira 2 menitan), permainan ini cukup laris manis bak kacang goreng dikalangan anak-anak balita, khususnya dibawah 2 thn, alias seumuran dik Pandhu saat ini. Para ibu-ibu ataupun baby sitter pun dengan suka cita menyambut kehadiran odong-odong ini setiap pagi ataupun sore hari. Itu semua dikarenakan mereka bisa menyuapi si buah hati sambil bergoyang mengikuti lagu-lagu anak-anak yang diputar berulang-ulang seperti tiada hentinya itu.

Dan sore hari minggu kemarin pun, dik Pandhu pun dengan asyik bergoyang, kadang-kadang diikuti dengan lenggutan kepala serta ayunan tangan keatas mengikuti irama lagu yang diputar oleh pemilik odong-odong yang dengan tanpa lelah mengayuh roda pemutar yang dimodifikasi dari girbox sepeda itu.


TAGS odong-odong permainan anak dik pandhu


-

Author

Search

Recent Post