Liburan 4 Hari di Bandung

24 Mar 2008

Liburan panjang kali ini, 20 - 24 Maret 2008, aku sekeluarga sudah merencanakan untuk rekreasi ke Bandung. Rencana ini telah dipersiapkan sekitar satu bulan yang lalu, dan mulai dimatangkan sekitar 1 minggu yang lalu. Dan kebetulan pada minggu kemaren aku sedang ada di Makassar, maka untuk mematangkan rencana liburan ke Bandung kali ini dipegang sepenuhnya oleh UMMI (panggilan istriku kalo di rumah).

Untuk penginapan, Alhamdulillah UMMI mendapatkan pinjaman dari keluarga Pak Tutuko, yang kebetulan mempunyai sebuah Villa yang terletak di Villa Istana Bunga, Lembang. Tempatnya tepat diatas terminal Parongpong. Di sebuah bukit yang cukup tinggi, dan satu jalur untuk menuju kawasan wisata “The Peak” yang terkenal itu.

Berikut ini sedikit beberapa kronologis dan kejadian yang berhasil aku rekam dan abadikan selama menjelang liburan panjang sampai akhirnya pulang kembali ke rumah pada hari minggu sorenya.

H minus 1
Pada hari keberangkatan minus 1, alias hari Rabu, 19 Maret 2008 semua perlengkapan dan bawaan di check kembali. Untuk kendaraan juga telah aku check kembali ke pihak rental, semuanya sudah beres dan siap menempuh perjalanan liburan kali ini. Sore harinya aku menuju ke daerah Kelapa Gading, tepatnya di City Home Gading RiverView untuk melakukan pertemuan dengan Bang Ali dan rekan-rekan yang lainnya. Setelah sempat nyasar kesana kemari, dan bertanya kesana-sini akhirnya aku bisa sampai di City Home dengan selamat. Pertemuan itupun sampai larut malam, dan baru keluar dari City Home sekitar jam 23.00 WIB. Selepas dari City Home, langsung melesat ke Cilebut untuk persiapan keberangkatan besok pagi ke Bandung, dan sampai di rumah sekitar pukul 02.00 WIB pagi hari nya.

Hari ke 1
Hari kamis pagi, sekitar jam 04.30 WIB alarm yang ada di handphone berbunyi, dengan agak malas aku pun bangun kemudian ambil air wudhu dan dilanjutkan melakukan sholat subuh di masjid sebelah. Rasa kantuk masih terasa, karena cuma tidur 2 jam saja ! Tepat pukul 05.30 WIB pagi kami sekeluarga berangkat menuju ke Bandung dengan menggunakan Xenia Sporty warna Hijau Seger, seperti yang diucapkan oleh anakku Dahlia.

Di tengah perjalanan kita berhenti di Rumah Makan Kalimantan yang ada di daerah Cianjur, Nasi Goreng Kalimantannya cukup untuk mengisi perut yang kosong karena tadi sewaktu berangkat cuma sarapan ama roti saja. Perjalanan berangkat kali ini terbilang ramai lancar, tepat pukul 11.00 WIB kami telah sampai di Villa Istana Bunga, Lembang. Setelah semuanya berbenah dan bersih-bersih, acara molor bersama pun menjadi agenda hari pertama kali ini. Maklum suasana villa yang sangat dingin ini membuat rasa kantuk dan malas timbul, ditambah lagi kota Bandung di hari libur begini hampir bisa dipastikan macet dimana-mana.

Sekitar pukul 16.00 WIB temanku Arip “Mansur” yang dari SMK Telkom Malang datang bersama dengan calon istrinya untuk maen2. Kebetulan temanku yang satu ini tinggal di Bandung, tapi tidak begitu lama lagi dia akan menjadi penduduk kota Jakarta karena diterima di Departemen Komunikasi dan Informasi di bagian Litbang.

Mansur dan calon istrinya pun pulang begitu menjelang magrib, yang dilepas dengan rintik-rintik hujan yang konon kata penduduk sekitar villa memang kerap sekali terjadi, entah itu di pagi hari, siang hari, sore ataupun malam hari. Namanya juga dipuncak gunung.

Hari ke 2
Pada hari kedua ini, aku dengan terpaksa berpisah dengan rombongan yang laennya, karena ada tugas negara untuk jagain pasar. Berangkat pagi-pagi buta dari Lembang dengan dianter oleh Pak Albert menuju Stasiun Kereta Api Bandung yang ada di jalan Kebon Kawung, mobil pun melaju meluncur dengan cepat dan tiba di stasiun tepat untuk jadwal kereta paling pagi yang ada disana, yaitu Argo Gede pukul 06.00 WIB.

Tepat pukul 08.00 kereta yang aku naiki telah sampai di Stasiun Gambir, dan aku pun langsung meluncur ke pasar yang ada di daerah Buncit, yang biasanya dihari kerja selalu macet, tapi pada liburan panjang kali ini terlihat lapang dan lengang sekali. Hanya terlihat beberapa mobil dan motor yang melintas, begitu juga dengan angkotan kota pun terlihat sepi penumpang.

Siang hari menjelang jumatan, dapat SMS dari UMMI yang mengatakan bahwa mereka habis berendam di pemandian air panas Ciater, dan sekarang sedang menuju ke tempat sapi perah untuk melihat proses pemerahan susu sapi dan minum beberapa gelas susu segar. hmm .. yummie .. jadi kepingin deh, tapi apa daya pada hari ini hingga sore harus jagain pasar.

Tidak terasa matahari pun sudah mulai tenggelam di ufuk barat sana, aku pun segera berkemas untuk segera kembali meluncur menuju ke Bandung untuk kembali bergabung dengan keluargaku yang sore ini telah kembali ke villa setelah seharian berekreasi ke daerah Ciater, Pemerahan Susu Sapi, Maribaya dan rencana mau ke Tangkuban Perahu, tapi tidak jadi dikarenakan jalanan yang macet di hari liburan panjang ini.

Tepat pukul 18.30 WIB Argo Gede pun kembali membawaku kembali ke Bandung. Ternyata tiket Argo Gede sekarang ini telah mengalami penyesuaian, yang dulu satu tiketnya seharga Rp 60.000, - Rp 75.000,- sekarang ini cukup dengan uang Rp 45.000,- sudah mendapatkan kereta paling ekslusif untuk jurusan Jakarta - Bandung.

Ada sebuah cerita tersendiri kenapa lebih memilih kereta dibandingkan dengan travel untuk perjalanan kali ini, itu semua dikarenakan jalanan yang macetnya minta ampun, so alternatif kereta pun menjadi realistis dan masuk akal untuk mengatur waktu yang harus benar-benar dipadatkan. Berarti tidak sampai 12 jam pada hari yang sama, aku telah naik kereta sebanyak dua kali untuk bolak-balik Bandung - Jakarta - Bandung .. hmmm .. sungguh perjalanan yang menyenangkan. :D

Sekitar pukul 20.30 WIB, kereta pun telah mendarat dengan manis di emplasement Stasiun Hall Kota Bandung, setelah telepon mengabarkan bahwa telah sampai di Kota Bandung, aku pun teringat akan temanku yang kerja di pasar yang sama, yang saat ini juga lagi ada di Bandung, yaitu si Hasan AlMubarok. Langsung deh pencet-pencet nomor dia, menanyakan kabar dan tempat-tempat rekreasi yang sekiranya bagus dimana aja, akhirnya mendapatkan beberapa informasi tempat rekreasi.

Tak berapa lama mobil yang membawaku berangkat dari Cilebut ke Bandung pun datang menjemput, sembari pulang ke arah Lembang, disempatkan jalan-jalan sebentar untuk melihat Bandung di kala malam hari. Sempat tercatat didalam ingatanku beberapa jalan yang sempat kami lewati, antara lain : Braga, Asia Afrika, Cihampelas, Siliwangi, Ganesa, Juanda, Pasteur dan terakhir adalah Setiabudi dan Sersan Bajuri. Sempat mampir sebentar didaerah Dago, tepatnya di Jl. Juanda untuk membeli martabak telor untuk camilan di villa malam nanti. Dan mobil pun merapat dengan sukses di villa tepat pukul 23.00 WIB

Hari ke 3
Pagi-pagi buta di hari ketiga aku berada di Bandung telah dibangunkan oleh anakku yang dengan suka cita menyambut diriku yang telah bergabung kembali dengan rombongan. Setelah berjalan-jalan sebentar di sekeliling villa sambil melihat sunrise, akhirnya kita sarapan ama semangkuk indomie rebus yang telah dipersiapkan oleh UMMI tersayang. Sambil melihat peta yang telah aku persiapkan sebelum berangkat, akhirnya hari ini kita putuskan untuk melakukan outbond di CIC yang ada disamping kompleks villa.

Di lokasi outbond CIC ini atraksi yang kami pilih adalah : Flying Fox, jembatan gantung dan ATV. si Dahlia pun tidak ketinggalan ikut mencicipi flying fox dan ATV yang dilakukan secara tendem denganku. Ternyata Dahliapun sangat senang dan ingin mencoba lagi permainan-permainan tadi dilain waktu nanti. Cukup berani juga anakku ini di umurnya yang masih 4 thn lewat sedikit ini. ;)

Sehabis mencicipi flying fox, kemudian kami pun beristirahat sambil menikmati pisang coklat keju bakar dan colenak peuyem yang dijual dipinggiran arena, hmm sungguh nikmat sekali rasanya, ditambah lagi dengan suasana pegunungan Lembang yang terkenal sangat dingin sekali walaupun jam telah menunjukkan pukul 11.00 WIB.

Sehabis dari arena outbond, kami pun kembali ke villa, di tengah jalan Dahlia pun naik kuda keliling komplek villa dengan beraninya, dan kami pun membersihkan diri untuk nantinya kita lanjut ke arah Bandung Kota, it’s SHOPPING TIME ! Dikarenakan macet yang terjadi dimana-mana, akhirnya kami pun terdampar di Cipaganti Walk atau lebih keren disebut dengan CiWalk. Disana kami pun berbelanja beberapa pakaian yang harganya cukup miring jika dibandingkan dengan di Bogor / Jakarta, dan aneka pilihan pun bisa kita dapatkan.

Dikarenakan hari masih siang, maka kami putuskan untuk dilanjut ke Lapangan Gasibu yang terkenal dengan Gedung Satenya itu, ternyata disana juga terjadi kemacetan yang luar biasa. Setelah gagal untuk masuk ke Museum Geologi, yang ternyata pada hari itu sedang tutup, kami pun akhirnya langsung menuju ke Surabi yang ada di Jl. Setiabudi, tepatnya di depan Bank Mandiri Setiabudi. Disana kita pesan Surabi Pelangi, Surabi Durian dan Surabi Coklat Keju. hmm .. yummie sekali rasanya, cocok buat mengganjal perut yang memang telah keroncongan minta diisi ini.

Hari ketiga di kota Bandung pun kami isi dengan bercanda tawa didalam villa, yang telah mulai diguyur dengan gerimis rintik-rintik pada malam hari ini. Hawa dingin yang menusuk tulang pun mulai menghinggapi kami. Dahlia pun bermain di laptopku yang dengan setia selalu mendampingi kemana saja ku pergi. Permainan favorit Dahlia yang ada di laptop yang aku install dengan Fedora 8 ini adalah GCompris (kumpulan permainan anak-anak) dan Super Tux (versi linux dari Super Mario Bro’s).

Hari ke 4
Pada hari keempat, alias hari terakhir kami di Bandung, yang bertepatan dengan hari minggu ini, kami isi dengan acara molor sampai siang. Maklum perjalanan outbond di hari kemarin cukup membuat badan sedikit pegal-pegal dan hujan yang mengguyur daerah Lembang semalam pun membuat kami malas untuk bangun di pagi buta.

Pada hari terakhir ini, kami putuskan untuk sesegera pulang ke Bogor. Karena kami tidak ingin terjebak oleh kemacetan yang terjadi di daerah Bandung Kota maupun di daerah Puncak dan Cisarua yang terkenal dengan kemacetan yang parah dihari libur ataupun akhir pekan.

Tepat pukul 10.00 kami pun pamitan dengan Mang Dayat si penjaga Villa, yang telah menemani kami dan menjadi penunjuk jalan selama perjalanan kami di Lembang dan sekitarnya. Sembari jalan menuju pintu keluar Bandung, yaitu gerbang tol Pasteur, kami sempatkan mampir sejenak di Toko oleh-oleh Mayasari yang ada di Jl. Kebon Kawung, atau tepatnya didepan pintu utara Stasiun Kereta Bandung. Rasanya kurang afdol kalo kita tidak bawa oleh-oleh khas dari tempat yang kita kunjungi, yang nantinya akan kita bagikan ke tetangga di kanan-kiri untuk berbagi kesenangan kami di liburan panjang kali ini.

Perjalanan pulang kali ini pun Alhamdulillah boleh dibilang lancar, karena kemacetan masih belum terjadi di beberapa titik yang tadinya kita perkirakan akan terjadi kemacetan. Dan mobil kami pun menginjakkan kota Bogor tepat pukul 13.30 WIB. Kami pun segera menuju ke Warung Soto Banjar yang ada di depan Bale Binarum Bogor. Soto Khas Banjar, yang sempat menghiasi meja makan keluarga kami pun tersaji dengan manis, maklum UMMI adalah asli kelahiran Kalimantan Tengah, tepatnya di Kota Kuala Kapuas.

Tepat pukul 15.00 WIB kamipun telah sampai di rumah yang ada di Cilebut dengan selamat. Alhamdulillah perjalanan rekreasi kami sekeluarga kali ini tidak mengalami kendala apapun juga. Kami ucapkan syukur kehadirat Allah yang telah melindungi kami semua, begitu juga rumah yang telah kami tinggal selama 4 hari ini tanpa terjadi sesuatu apapun.

Akhirnya liburan panjang kali ini telah kami lewati dengan suka cita. Sampai jumpa lagi di liburan yang lainnya. Sampai jumpa lagi Kota Bandung yang penuh dengan kenangan.

Beberapa hal yang menjadi catatan penting selama liburan kali ini adalah :

  1. Kemacetan terjadi hampir merata diseluruh kota Bandung
  2. Hampir 50% dari populasi mobil yang kami jumpai berasal dari Jakarta (plat B)
  3. Bandung Kota sekarang tidak sesejuk di tahun 1999, kala itu aku sempat berada di Bandung selama 1 thn.
  4. Daerah Lembang masih terkenal akan udaranya yang sejuk dan dingin, sepanjang jalan ke villa banyak penjual bunga aneka ragam

Untuk photo album selengkapnya bisa dicek disini


TAGS


-

Author

Search

Recent Post